Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Saluran Septictank di Teras Malioboro 1 Jogja Meledak, Tiga Wisatawan asal Jawa Tmur Alami Luka Bakar dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Agung Dwi Prakoso • Senin, 30 Maret 2026 | 20:30 WIB
Lokasi ledakan saluran septitank di Teras Malioboro 1, Senin (30/3). (AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA)
Lokasi ledakan saluran septitank di Teras Malioboro 1, Senin (30/3). (AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA)

 

JOGJA - Insiden ledakan yang diduga berasal dari saluran septictank di area Teras Malioboro 1 Beskalan menimbulkan tiga korban, Senin (30/3). Seluruh korban dilarikan ke rumah sakit dan tidak menjalani rawat inap.


Kepala Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM Teras Malioboro Wisnu Hermawan mengatakan peristiwa yang disebut kejadian luar biasa itu berlangsung pukul 07.20. Ledakan diduga berasal dari saluran air limbah (SAL).

Baca Juga: Ledakan Saluran Limbah di Teras Malioboro Jogja, 3 Wisatawan Asal Madura Alami Luka Bakar Parah


"Tadi ketika tenan sedang bersiap untuk berjualan. Meskipun suasana masih agak sepi, terdapat tiga orang pengunjung yang menjadi korban terkait kejadian luar biasa ini," ujarnya saat ditemui di Teras Malioboro 1 Beskalan, Senin (30/3).


Tiga korban itu merupakan satu keluarga yang merupakan wisatawan asal Jawa Timur. Menurutnya, pasca kejadian mereka telah dilarikan ke RSUP Dr Sardjito dan saat ini semuanya sudah diperbolehkan pulang.

Baca Juga: 479 Atlet Sleman Dilepas untuk Ikuti Popda DIJ 2026


"Mengalami luka bakar antara 2 persen hingga 5 persen. Sekarang sudah dirujuk pulang dari rumah sakit dan kondisinya telah pulih," bebernya.
Detail luka pada korban mengalami luka di bagian tangan dan kaki. Mereka saat kejadian berada di dekat lokasi ledakan.


Semua biaya pengobatan ditanggung pihak Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM Teras Malioboro. Ia berharap kasus ini menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk lebih baik ke depannya.


"Ini bentuk tanggung jawab kami di mana semua pengobatan dan pelayanan yang membuat mereka tidak nyaman di sini, kami tanggung," jelasnya.

Baca Juga: Minat Pengguna KA Bandara Meningkat, Penumpang selama Lebaran Tembus 180 Ribu: Puncaknya pada Minggu 29 Maret


Usai kejadian, beberapa pihak terkait seperti kepolisian ikut mengamankan lokasi kejadian. Menurutnya, saat ini kejadian itu masih dalam tahap investigasi.
Dugaan sementara, ledakan berasal dari gas metan yang terakumulasi. Padahal, menurutnya, pembersihan SAL telah rutin dilakukan di Area Teras Malioboro. "Kami rutin melaksanakannya dua kali dalam sebulan. Bahkan sebelum Lebaran itu kami juga sudah sedot," paparnya.


Mengingat Teras Malionoro merupakan bagian dari pemyangga emonomi di wilayah Malioboro, pihaknya akan melakukan pembenahan apabila ditemukan kerusakan. Peristiwa ini kali pertama terjadi di Teras Malioboro.


"Apakah karena load libur Lebaran yang tinggi ini, karena kemarin per hari setelah +1 itu kan kunjungan per hari 20 ribu orang rata-rata," jelasnya.
Terpisah, Penjabat Sementara Kasi Humas Polresta Jogja Ipda R. Anton Budi Susilo mengatakan, ledakan terjadi pada instalasi saluran limbah (Bio-Filter). Akibatnya, terdapat kerusakan material di Area Kuliner Lantai Dasar Teras Malioboro 1.

Baca Juga: Baru Gali Tanah untuk Pondasi, Dua Buruh di Sleman Tertimpa Rumah yang Ingin Direnovasi


"Ledakan tersebut bersumber dari satu sistem yang terdiri dari empat lubang saluran pembuangan," ujarnya.


Kronologinya, ada suara dentuman keras yang bersumber dari area lantai depan warung. Ledakan dari bawah tanah itu mengakibatkan lantai konblok terangkat dan hancur. Ada empat lubang saluran limbah (bio-filter) yang meledak secara bersamaan.


"Paparan gas panas dari dalam saluran mengenai tiga orang korban yang merupakan satu keluarga di sekitar lokasi," ucapnya.

Baca Juga: Soal Demo Karyawan CV Evergreen, Bupati Sleman Sebut Akan Lakukan Komunikasi dengan Perusahaan


Ia menduga, ledakan dipicu penyumbatan pada sistem pembuangan air limbah (bio-filter). Penyumbatan ini mengakibatkan fermentasi limbah organik menghasilkan gas metana (CH_4) dalam jumlah besar yang terjebak tanpa sirkulasi (ventilasi) yang memadai.


"Adanya tekanan tinggi di ruang tertutup (confined space) menyebabkan kegagalan struktur pada penutup saluran hingga terjadi ledakan fisik (physical explosion)," jelasnya.


Pihak kepolisian menyarankan kepada pengelola Teras Malioboro 1 dan dinas terkait untuk segera melakukan pengurasan dan pembersihan massal pada seluruh instalasi bio-filter di kawasan itu. Kemudian, melakukan pemasangan pipa ventilasi tambahan pada sistem pembuangan tertutup guna memastikan gas metana tidak terakumulasi kembali. (oso/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#galian C #ledakan #Teras Malioboro 1 #gas #saluran #Beskalan