JOGJA - Kursi ketua PWI DIY tak lagi sepi peminat. Muncul dua kandidat. Hudono dan Wisnu Wardhana. Keduanya diprediksi bakal bersaing ketat untuk meraih dukungan dari peserta Konferensi Provinsi (Konprov) PWI DIY. Pelaksanaan konprov digelar di gedung PWI DIY, Jalan Gambiran 45 Jogja Selasa (18/11) pagi ini.
“Ada 91 anggota biasa pemilih suara yang akan menggunakan hak pilihnya,” ucap Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Provinsi PWI DIY Widyo Suprayogi kemarin (17/11).
Untuk diketahui, Hudono merupakan petahana. Dia menjabat ketua PWI DIY periode 2020-2025. Kalau nanti terpilih kembali merupakan masa jabatan kedua. Sehari-hari alumnus Fakultas Hukum UGM teman seangkatan dengan Ganjar Pranowo ini bekerja di Koran Merapi.
Sedangkan Wisnu saat menjadi ketua PWI Kabupaten Sleman masa bakti 2024-2027. Sekarang Wisnu berkarya di Harian Jogja. Pencalonan ini kali pertama bagi pria yang tinggal di Godean, Sleman. Selain ketua PWI, konprov juga akan memilih ketua dewan kehormatan provinsi (DKP). “Untuk ketua DKP, calonnya hanya satu. Anton Wahyu Prihantono,” terang Widyo.
Pemilihan ketua PWI dan DKP itu menjadi bagian dari agenda konprov yang dilaksanakan saban lima tahun sekali. Agenda lainnya adalah penyampaian dan pengesahan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus PWI DIY Masa Bakti 2020-2025.
Penyusunan dan pengesahan program kerja pengurus PWI DIY Masa Bakti 2025-2030. Berupa rumusan dan kesepakatan program kerja strategis kepengurusan berikutnya.
Konprov rencananya akan dibuka oleh gubernur DIY. Acara akan dihadiri Dewan Penasehat PWI DIY, sejumlah tamu undangan dan anggota muda sebagai peninjau. Dari PWI Pusat yang akan hadir adalah Ketua PWI Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh dan Ketua Bidang Pembinaan Daerah Mirza Zulhadi.
Widyo menambahkan, konprov terselenggara berkat dukungan dan kerja sama sejumlah mitra kerja. Di antaranya, Pemprov DIY, Bank BPD DIY, Pertamina Patra Niaga dan Yayasan Dr Yap Jogjakarta. Anggota DPD DIY Yashinta Sekarwangi Mega, bakpia Jogkem, Hotel Royal Darmo Malioboro, GL Zoo dan Universitas Widya Mataram.
Kembali ke bursa calon ketua PWI DIY, pendaftaran dibuka dari 4-14 November. Ada ketentuan untuk bisa mendaftar minimal didukung lima pemilik suara dalam konprov. Hudono mendaftar sehari menjelang penutupan. Berkas pencalonan diserahkan Donny Rahmad dari TVRI Jogja. “Hudono tidak mencalonkan diri, tapi dicalonkan para pendukungnya,” ujar Donny.
Nyaris bersamaan Rosihan Anwar dari RRI Jogja juga menyerahkan berkas pencalonan Anton sebagai kandidat ketua DKP. Sama seperti Hudono, Anton juga tidak mencalonkan diri. “Anton dicalonkan oleh para pendukungnya,” kata Rosi, sapaan akrabnya.
Hari terakhir pendaftaran pada Jumat (14/11) muncul nama Wisnu. Berkas pencalonannya diserahkan salah satu tim pendukungnya, Adi Prabowo. Sama halnya dengan Donny dan Rosi, Ado, sapaan akrabnya, menjelaskan Wisnu tak mencalonkan diri. “Wisnu dicalonkan para pendukungnya,” ujar wartawan Sorot ini.
Ado mengaku sengaja tidak menjagokan ketua DKP. Calon yang diusungnya juga tak pernah menjanjikan jabatan. Justru setelah terpilih, Wisnu hendak mengadakan musyawarah besar. “Mengajak rekan-rekan mengisi jabatan sesuai kompetensi masing-masing,” ucap Ado.
Berkas pencalonan ketua PWI dan ketua DKP DIY diterima Widyo didampingi sekretaris panitia Swasto Dayanto. Menjelang konprov, baik Hudono maupun Wisnu sama-sama membuat poster. Hudono mengusung jargon, “For PWI DIY, Srawung, Guyub, Migunani. Sedangkan Wisnu berpose menunggang kuda sembari mengacungkan jempol kanan. “Kami muda berani beda, Kabeh Konco Pilih Saja Wisnu Wardhana”. (kus/laz)
Editor : Herpri Kartun