JOGJA - Siklon tropis Wipha yang terjadi di Filipina dan Tiongkok diprediksi memiliki dampak bagi Jogjakarta. Salah satu yang paling mungkin adalah meningkatnya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jawa.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan hasil analisa atmosfer aktivitas siklon tropis Wipha terpantau di perairan utara Filipina. Kondisi itu dapat berpengaruh terhadap angin timuran yang dominan di wilayah Jawa, termasuk DIY.
Adapun angin timuran biasanya mengindikasikan sebuah wilayah memasuki musim kemarau. Sehingga pertumbuhan awan hujan biasanya tidak signifikan.
Kendati begitu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gelombang tinggi. Sebab, berdasarkan pantauan BMKG Jogjakarta dalam beberapa terakhir tinggi gelombang di perairan Jawa mencapai 2,5 hingga 4 meter.
"Kami mengimbau masyarakat selalu memperbarui informasi cuaca,” ujar Warjono dalam pesan singkatnya Minggu (20/7).
Di samping gelombang tinggi, dia juga meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Sebab sebagian wilayah masih memiliki kemungkinan turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Warjono mengungkap, potensi hujan terjadi karena suhu muka laut, baik dalam skala harian maupun mingguan, di Samudera Hindia terpantau 26 hingga 28 derajat celcius. Kemudian profil kelembaban udara mencapai 10 hingga 90 persen. "Sehingga memberi peluang hujan di beberapa wilayah DIY, khususnya bagian utara,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menyampaikan, curah hujan hingga Agustus dan September mendatang diprediksi masuk kriteria rendah hingga menengah. Sementara untuk bulan masuk kriteria menengah hingga tinggi.
Reni menyebut, untuk Juli ini tengah memasuki puncak musim kemarau. Sehingga masyarakat wajib waspada terhadap potensi bencana seperti kebakaran dan kekeringan lahan. Namun juga diminta melakukan penyesuaian karena kemarau tahun ini masuk kategori basah.
"Perlu antisipasi risiko bencana hidrometeorologi basah pada wilayah-wilayah yang diprediksikan sifat hujannya di atas normal," pesannya. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun