JOGJA – Integrasi layanan primer (ILP) pada setiap posyandu menjadi salah satu upaya Pemkot Jogja dalam mengoptimalkan layanan kesehatan berbasis masyarakat. Melalui program tersebut posyandu akan bisa melayani seluruh siklus hidup.
“Posyandu saat ini bisa melayani siklus hidup secara menyeluruh. Mulai dari bayi, balita, remaja, usia produktif, ibu hamil hingga lansia," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani, Kamis (15/5).
Emma menyatakan, dalam program tersebut pihaknya juga telah melatih minimal lima kader di setiap posyandu. Pelatihan yang diberikan berupa 25 keterampilan dasar kader.
Sampai saat ini, kata dia, sudah ada 571 dari 622 posyandu yang menjalankan program ILP atau menyentuh 83,25 persen. Jumlah itu melampaui target 50 persen yang sebelumnya ditentukan.
Diakuinya, saat ini memang masih ditemui kendala dalam operasional posyandu. Misal keterbatasan lahan yang membuat waktu pelayanan berbeda. Kendati begitu, menurutnya tidak akan mengurangi bentuk pelayanan yang diberikan posyandu.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jogja Dwi Kisworo Setyowireni menyampaikan, apresiasi atas pelaksanaan ILP di Posyandu Lada 3 yang telah berjalan optimal. Hal tersebut tentu tidak lepas dari tugas kader posyandu yang saat ini semakin banyak.
Oleh karena itu diperlukan sinergi yang lebih erat antara pemerintah dengan masyarakat.
“Kader bukan pegawai pemerintah, mereka adalah mitra yang membantu negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terangnya.
Kader Posyandu Lada 3 Indriana berharap, agar kader mendapatkan dukungan operasional lebih baik lagi dari pemerintah. Misalnya seperti bantuan transportasi dan dana pengelolaan.
“Pelayanan di Posyandu Lada 3 kami lakukan rutin setiap tanggal 11 pukul 10.00, sementara untuk remaja dilakukan setiap Sabtu minggu ketiga setiap bulannya,” terang Indriana. (inu/pra)
Editor : Herpri Kartun