RADAR JOGJA - Pemerintah pusat telah mengucurkan sekitar Rp 350 miliar untuk bantuan sosial (bansos) di DIJ pada triwulan I 2025. Program Bansos yang telah bergulir, di antaranya, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dana Pendidikan.
"Total anggaran tepatnya Rp 349,48 miliar yang dikucurkan ke DIJ," ujar Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan DIJ (Kanwil DJPb DIJ) Agung Yulianta saat dikonfirmasi Minggu (11/5).
Bansos terhitung dari awal Januari hingga 31 Maret 2025. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) yang dapat dirasakan oleh masyarakat DIJ berupa program BPNT yang terealisasi Rp 191,97 miliar kepada 319.945 peserta. "Lalu ada PKH yang terealisasi Rp143,28 miliar untuk 185.140 peserta," tuturnya.
Program Yatim Atensi (YAPI) juga sudah terealisasi Rp 13,87 miliar kepada 20.808 peserta. Selanjutnya terdapat bantuan pendidikan berupa progam penerima BOS (Kemenag) yang teralisasi Rp360 juta. "Realisasi itu menyasar 368 penerima," terangnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIJ Endang Patmintarsih mengatakan, terdapat empat komponen yang menjadi sasaran manfaat. Mulai ibu hamil, balita dan anak-anak hingga disabilitas dan lansia. PKH telah diadakan sejak 2007. "Evaluasi terus dilakukan untuk memastikan kondisi perkembangan penerima KPH oleh para pendamping," ujarnya.
Menurutnya, karena lebih dari 15 tahun program itu bergulir, seharusnya permasalahan kemiskinan berkurang. Banyak penerima manfaat yang sudah bertumbuh dalam aspek enonomi.
"Penerima yang sudah bekerja maupun mempunyai usaha kecil-kecilan nanti akan kami keluarkan untuk digantikan penerima manfaat baru," tuturnya. (oso/laz)
Editor : Herpri Kartun