Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Jadi WBTB, Dikirim hingga Korea Selatan, Dengan Danais, Kemasan Mi Lethek Makanan Khas Bantul Dibuat Lebih Modern

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 18 April 2025 | 06:08 WIB
GO INTERNATIONAL: Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho, Kepala DinkopUKM DIY Srie Nurkyatsiwi, dan Lurah Trimurti Agus Purwaka menjadi narasumber Rembag Kaistimewan.
GO INTERNATIONAL: Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho, Kepala DinkopUKM DIY Srie Nurkyatsiwi, dan Lurah Trimurti Agus Purwaka menjadi narasumber Rembag Kaistimewan.

BANTUL - Makanan khas Bantul, DIY yakni mi lethek yang dulunya hanya dijual secara tradisional, kini telah merambah pasar luar kota hingga luar negeri. Makanan ikonik tersebut kini juga tersedia dalam bentuk kemasan modern yang terus berinovasi dengan dukungan dari Dana Keistimewaan (Danais).

"Bentuk kemasan baru mi lethek, menjadikan orang di luar Jogja yang rindu rasanya bisa menikmati tanpa harus ke Jogja," ujar Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho, Kamis (17/4).

Mi lethek merupakan salah satu kuliner Jogja yang terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sejak 2019. Selain Mi lethek ada sate klathak yang juga menjadi kuliner WBTB. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya sekadar melindungi dan melistarikan warisan budaya, namun mengembangkannya. "Arahan Ngarso Dalem (Gubernur DIY HB X) untuk mengembangkan apanyang ada di desa, karena setiap kalirahan pasti ada potensinya," jelasnya.

Baca Juga: Fakta-Fakta Menarik Tentang Jamur Truffle, Si Mutiara Hitam Dunia Kuliner

Pengembangan produksi mi Lethek di Kalurahan Trimurti, Srandakan, Bantul banyak didukung dengan alokasi danais. Hal tersebut merupakan upaya mengubah paradigma masyarakat bahwa danais bukan hanya diperuntukkan untuk pengembangan seni tradisi. "Peradaban merupakan sesuatu yang luar biasa di Jogja, bagian dari objek kebudayaan ada yang namanya pengetahuan dan teknologi, kuliner menjadi bagian dari itu," katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) DIY Srie Nurkyatsiwi menambahkan komitmen Pemda DIY dalam pemberdayaan masyarakat cukup masif, khususnya pengembangan mi Lethek di Kalurahan Trimurti. Hal tersebut karena mi lethek dinilai tidak dimiliki semua wilayah. Sehingga harapannya mi lethek dapat melekat dengan Jogja. "Wisatawan ke Jogja kalau belum mencoba mi lethek ya belum lengkap," ujarnya.

Ia menjelaskan, Dinas Koperasi tidak serta-merta menyokong tanpa konsep. Diskusi panjang dengan Paniradya Kaistimewaan dilakukan untuk merumuskan pembangunan yang berdampak nyata. “Sekarang harus bisa naik kelas. Dengan kemasan modern, target pasar juga naik. Ada nilai tambah yang kita kejar,” imbuhnya.

Baca Juga: Promosi Wisata Lewat Festival Kuliner: Jadi Daya Tarik, Waduk Sermo Dipadati Wisatawan

Lurah Trimurti, Bantul Agus Purwaka mengatakan sejak 2022 kalurahannya berstatus rintisan mandiri budaya. Tahun ini, statusnya naik menjadi kalurahan mandiri budaya. "Tahun pertama mendapatkan alokasi BKK Rp 1 Miiar," ujarnya.

Dari sana seiring oerkembangan zaman, proses produksi hingga cara penjualan mi lethek berkembang pesat. Bahkan saat ini penjualannya sudah menembus luar negeri. "Salah satu penjualan melalui medsos. Bahkan sampai ke Korea Selatan, kalau luar daerah sampai Salatiga, Jakarta," jelasnya.

Asal mula mi lethek dikarenakan warna Minya yang coklat dan terkesan kotor. Padahal itu karena bahan bakunya dari tepung gaplek dan tapioka yang dicampur dan diulet dengan tenaga sapi. Tanpa pewarna, pengawet, perasa dan pemutih. Sehingga jadinya tampak pucat dan disebut mi lethek. "Dengan nama mi lethek malah membawa keberkahan tersendiri, karena produk kuliner yang unik kebanyakan malah laris," jelasnya.

Dari total 19  pedukuhan di Kalurahan Trimurti, dipastikan ada penjual mi lethek. Biasanya ada ciri khasnya masing masing. Ada yang dimodifikasi rasanya sepeeti manis-asin, pedes dan sebagainya. (*/oso)

Editor : Herpri Kartun
#kuliner Jogja #mi lethek #dana keistimewaan