JOGJA - Sebanyak 50 atlet dan ofisial dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY dikukuhkan sekaligus dipelepasan untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV. Mereka akan turun di 12 cabang olahraga. Porwanas XIV dihelat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan 19-26 Agustus mendatang.
Ketua Kontingen DIY Nuryadi berhadap dukungan Pemprov DIY agar Jogjakarta bisa menjadi tuan rumah Porwanas XV-2027 mendatang. Mengingat selama 14 kali pelaksanaan Porwanas, DIY belum pernah merasakan menjadi tuan rumah.
Ketua DPRD DIY itu mengatakan, saat pelepasan kontingen tahun lalu, Ngarsa Dalem (Sri Sultan Hamengku Buwono X) datang ke kantor PWI. Di kantor ini ada bangunan empat lantai, Graha Pers Pancasila.”Yang perlu dicatat, keberlangsungan gedung itu dan bagaimana DIY menjadi tuan rumah Porwanas,” jelasnya saat acara pengukuhan dan pelepasan Kontingen DIJ di Kompleks Kepatihan, kemarin (13/8).
Bukan tanpa alasan Nuryadi mengatakan hal tersebut. Sebab jika melihat sejarah Indonesia, Jogjakarta pernah menjadi Ibu Kota sementara dan memiliki peran penting untuk kemerdekaan Republik Indonesia (RI).Bahwa secara nyata sejarah mengatakan bahwa Jogjakarta pernah memberikan kontribusi kepada negara Indonesia.
Namun, Nuryadi juga mengakui, situasi keuangannya tidak sebanding dengan Kalimantan Selatan. Sebab di DIY tidak mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Akan tetapi, jika berbicara tentang kemerdekaan, yang pasti DIY ini mempunyai nilai terhadap bangsa Indonesia. "Tapi di manapun tempatnya kami tetap bersatu untuk bersama-sama bagaimana DIY bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya," lontarnya.
Sekertaris Daerah (Sekda) Pemprov DIY Benny Suharsono mengatakan, sebenarnya proses pembangunan Graha Pers Pancasila saat ini tengah dalam persiapan. Namun untuk mewujudkan DIY menjadi tuan rumah Porwanas, ia meminta harus dibuktikan dengan prestasi. Menurut saya sebaiknya cita-cita harus tinggi. Minimal masuk rangking satu digit dari total klasemen perolehan medali. “Tunjukkan dulu prestasi, barulah kita bicara mengenai peluang tuan rumah," katanya.
Benny juga mengatakan bahwa untuk menjadi tuan rumah, DIY harus mempunyai perencanaan yang benar-benar matang . Sehingga, nanti ketika ditujuk sebagai tuan rumah, maka secara persiapan itu harus sudah sangat siap. Dipersiapkan juga bagaimana gedung-gedung yang akan digunakan.
Benny juga mengatakan jika nanti DIY memang benar-benar ingin menjadi tuan rumah, pihaknya sangat membutuhkan dukungan yang luar biasa dari berbagai pihak untuk merealisasikan hal tersebut. Sebab bagaimanapun juga even itu harus mempunyai dampak juga terhadap masyarakat. Dengan datangnya para atlet dan ofisial dari seluruh penjuru Indonesia keuntungan yang berlipat ganda bagi masyarakat. (ayu/din)
Editor : Satria Pradika