RADAR JOGJA - Perguruan tinggi swasta (PTS) di Jogjakarta menjadi contoh baik bagi PTS yang tersebar di Indonesia. Sebab, di Kota Pelajar ini tidak ada satu pun PTS yang akan dicabut izinnya.
Ketua Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Ari Purbayanto mengungkapkan, ada 84 PTS yang bakal dicabut izinnya. Karena tidak memiliki kejelasan dan tidak becus dalam pengelolaannya.
"Kalau Jogja masih aman, karena Jogja itu contoh terbaik. Justru yang banyak di wilayah Jawa Barat, Jakarta, Sumatera, dan kawasan timur," ucapnya usai acara di UAD Kampus IV, Sabtu (10/8).
Menurutnya, untuk menangani PTS yang akan dicabut izinnya itu pemerintah akan memindahkan para mahasiswanya. Tapi untuk seorang dosen, jika dosen tersebut sudah memenuhi kualifikasi pasti dosen itu akan banyak yang merebutkan.
"Jadi memang yang dikejar adalah lulusan yang punya kompetensi, bukan hanya sekadar ijazah," katanya.
Ari menyatakan, menjadi sebuah perguruan tinggi yang unggul maka syaratnya harus ada program studi yang sudah terakreditasi. Tapi tidak semua program studinya harus unggul, setidaknya bisa memenuhi syarat rasio yang ditentukan.
"Jadi di seluruh Indonesia populasinya masih sedikit. Dari 109 perguruan tinggi unggul, ada 20 yang terakreditasi A tapi belum terkonversi ke unggul. Memang jumlahnya secara nasional 2,9 persen," lontarnya.
Oleh karena itu, Ari juga menyatakan pihaknya akan berkomitmen mendorong agar pemerataan akreditasi unggulan ada di setiap wilayah. "Tapi memang untuk menjadi unggul kami harus bisa sama-sama saling membantu," tegasnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Abdul Haris menjelaskan, negara mempunyai tugas mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat undang-undang dan pemerintah mengapresiasi sumbangsih masyarakat. Oleh karen itu kontribusi PTS diharapkan dapat berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (ayu/laz)
Editor : Satria Pradika