Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasar Kangen di TBY Dikunjungi 187.500 Orang, Omzet 10 Hari Hampir Rp 3 Miliar

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 15 Juli 2024 | 05:17 WIB

 

 

 

DISAMBUT ANTUSIASME MASYARAKAT: Gelaran Pasar Kangen di TBY 4-13 Juli 2024 diserbu pengunjung. Dalam 10 hari pelaksanaan, panitia mencatat sedikitnya 187.500 orang datang. Omzet tembus hampir Rp 3 M.
DISAMBUT ANTUSIASME MASYARAKAT: Gelaran Pasar Kangen di TBY 4-13 Juli 2024 diserbu pengunjung. Dalam 10 hari pelaksanaan, panitia mencatat sedikitnya 187.500 orang datang. Omzet tembus hampir Rp 3 M.

RADAR JOGJA - Pasar Kangen yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 4-13 Juli lalu mampu menarik perhatian masyarakat. Buktinya selama 10 hari diadakan, panitia mencatat ada 187.500 pengunjung yang datang.

Para pengunjung itu menyerbu 289 tenant yang menjajakan aneka kuliner, kerajinan, barang antik, dan jasa. Tak heran panitia pun mencatat omzet selama Pasar Kangen digelar kali ini sebesar Rp 2.972.282.450 atau hampir Rp 3 miliar.

Total omzet didapat dari kuliner Rp 2.342.774.450, kerajinan Rp 202.082.000, dan barang antik Rp 427.426.000. Selain sukses dari pendapatan omzet, Pasar Kangen kali ini semakin meriah dengan adanya pertunjukan dari para pelaku seni di DIY.  Ada 1.200 pelaku seni dari 40 komunitas yang ambil bagian dalam kegiatan ini.

Manajemen Pasar Kangen May Mawar mengakui, dari tahun ke tahun, baik omzet maupun jumlah pengunjung dan tenant yang dijajakan dalam gelaran Pasar Kangen selalu meningkat. Selama pelaksanaan Pasar Kangen di setiap tahunnya selalu ramai pengunjung.

"Apalagi pada hari-hari weekend. Ini tentu juga mendongkrak wisatawan dan juga momentumnya liburan sekolah," ungkapnya saat ditemui Radar Jogja di Sekretariat Pasar Kangen, Sabtu (13/7) .

Kepala TBY Purwiati menjelaskan, Pasar Kangen memang selalu mengangkat konsep tempo dulu. Gelaran ini ingin mengedepankan interaksi sosial dan sapa aruh dari para penjual dan pengunjung. Harapannya Pasar Kangen menjadi salah satu tujuan untuk ketahanan pangan lokal di DIY.

Pada tahun ini, lanjut Purwiati, Pasar Kangen memberikan ruang untuk menu-menu Nusantara. Ini agar masyarakat Jogjakarta tidak usah jauh-jauh pergi ke daerah lain untuk mencari makanan dari daerah lain. "Artinya ini menjadi kolaborasi yang sangat menarik menurut kami. Sehingga ke depan mungkin konsepnya masih seperti revitalisasi makanan tempo dulu," lontarnya.

Menurut Purwiati, Pasar Kangen ini juga menjadi sarana edukasi untuk anak-anak zaman sekarang yang tidak mengerti makanan atau jajanan jadul. "Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran untuk pengunjung dan masyarakat," tegasnya.

Ia juga menambahkan, adanya pertunjukan seni yang disajikan dalam Pasar Kangen juga saling mendukung. Artinya, para pengunjung yang jajan pun juga bisa menikmati pertunjukan bernuansa tradisional seperti wayang bocah, wayang Cina, wayang kulit, tari klasik, jathilan, reog, kubro siswo, barongsai dan keroncong.

Purwiati berharap gelaran Pasar Kangen mempunyai dampak yang luar biasa untuk DIY. Sehingga, masyarakat pun turut bahagia dan sejahtera dengan adanya gelaran Pasar Kangen ini di setiap tahunnya. (*/ayu/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Taman Budaya Yogyakarta #pasar kangen