RADAR JOGJA - Akhir libur sekolah, sepanjang Jalan Ibu Ruswo Jogja dipadati orang tua yang mengantarkan anaknya membeli seragam kemarin (14/7). Jalan ini sudah puluhan tahun dikenal sebagai kawasan para penjual seragam sekolah beserta perlengkapannya.
Tahun ajaran baru menjadi momen yang ditunggu-tunggu para penjual seragam sekolah. Banyaknya siswa yang membutuhkan seragam baru menjadikan para penjual untung dua hingga tiga kali lipat.
Salah satunya di toko Kartini. Pemilik toko, Firman Priandana mengatakan, meski jika dibandingkan tahun kemarin menurun, tahun ajaran baru kali ini mampu meningkatkan omzet tokonya. Ia mengaku omzet naik hingga dua kali lipat. "Kalau tahun kemarin bisa 4-5 kali lipat," ujarnya kemarin (14/7).
Ia menilai menurunnya omzet dibandingkan tahun kemarin diduga karena kondisi ekonomi yang menurun. Adanya online shop malah tidak mempengaruhi penjualan secara signifikan.
"Orang yang datang ke sini kebanyakan lebih mantab kalau beli langsung karena bisa fitting, cek bahan dan sebagainya," tuturnya.
Di toko yang telah buka sejak 1995 itu menjual seragam sekolah mulai SD hingga SMA. Selain itu ia juga menyediakan seragam kantor Korpri maupun PGRI dan paskibraka beserta perlengkapan pendukung seperti topi, dasi, dan pin.
"Paling banyak orang datang sekitar pukul 09.00-13.00, lalu sambung sore 15.00-17.00 dan habis Magrib hingga pukul 20.00," ungkapnya.
Sejalan itu, toko Amin Putra yang berada di seberang toko Kartini juga diserbu puluhan pelanggan. Salah seorang karyawan toko itu, Latifah mengakui juga merasakan kenaikan omzet saat momen tahun ajaran baru. "Jelas beda kalau dari hari biasanya," tandasnya.
Ia mengatakan perubahan itu bisa dilihat dari jumlah parkir kendaraan di depan tokonya. Saat itu ada sekitar 20 motor yang parkir. "Lihat aja motornya. Patokanya motor ini, biasanya cuma lima," jelasnya
Menurutnya, melonjaknya pembeli mayoritas siswa yang butuh seragam baru. Beberapa pembeli juga ada yang yang duduk di kelas dua atau tiga, tapi tidak banyak dan hanya yang seragam sudah kekecilan. "Paling banyak yang beli untuk siswa SD," tambahnya. (oso/laz)
Editor : Satria Pradika