RADAR JOGJA - Hasil rekapitulasi suara pemilihan calon legislatif (caleg) sudah diumumkan oleh KPU. Dua partai yang sebelumnya memimpin perolehan suara dan kursi di Kabupaten Sleman, PDI Perjuangan dan PAN, mengalami kemerosotan dalam Pemilu 2024 ini.
Hal itu dibenarkan Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman Koeswanto. Ia mengakui perolehan suara partainya di Bumi Sembada mengalami penurunan cukup signifikan. Konsekuensinya berdampak pada perolehan kursi di DPRD Sleman.
Koeswanto membeberkan, perolehan PDIP di DPRD Sleman pada Pemilu 2024 hanya 13 kursi. Jumlah itu turun dibandingkan pemilu lalu di mana partainya bisa mendapatkan 15 kursi.
Dikatakan, banyak faktor yang menyebabkan penurunan kursi dan perolehan suara PDIP. Disebutnya karena politik uang yang masif dan penyaluran bansos menjelang Pemilu 2024, sehingga pokok pikiran yang dibawa oleh caleg tidak ada nilainya.
"Memang suara kami turun dibandingkan Pemilu 2019. Hanya untuk angkanya saya belum melihat data," ujar Koeswanto saat dihubungi Radar Jogja kemarin (3/3).
PDIP memang memiliki perolehan tertinggi dengan jumlah 196.441 suara. Artinya, meski jumlah kursi turun, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tetap mengamankan kursi pimpinan di DPRD Sleman.
Kemerosotan jumlah suara legislatif juga terjadi di Partai Amanat Nasional (PAN). Sekretaris DPD PAN Sleman Inoki Azmi Purnomo mengakui, ada penurunan hingga 20.000 suara dibandingkan Pemilu 2019. Perolehan suara partai berlambang matahari putih itu pada pemilu ini sebanyak 72.938 suara.
Inoki enggan membeberkan faktor penurunan kursi yang didapatkan PAN di Sleman. Hanya saja dia menegaskan partai yang diketuai Zulkifli Hasan itu berhasil mengamankan enam kursi di dewan. "Turun, 20 ribu (perolehan suara PAN di Sleman),” ujar Inoki dalam pesan singkatnya.
Sementara untuk partai lain, dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan tujuh kursi dengan perolehan 90.793 suara. Lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menempel ketat dengan perolehan 90.014 suara atau enam kursi.
Kemudian Partai Gerindra memperolehan enam kursi dengan total 76.352 suara. Lalu Partai Golkar mendapatkan enam kursi dengan perolehan 57.140 suara.
Untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan 51.401 suara dengan perolehan tiga kursi. Sementara Partai Nasdem dengan perolehan 35.201 suara atau mendapatkan tiga kursi.
Ketua DPC PKB Sleman Raden Agus Choliq mengaku sudah memprediksi ada potensi penambahan satu kursi partainya. Di mana dari perolehan enam kursi di Pemilu 2019 menjadi tujuh kursi pada pemilu ini. "Insya Allah PKB Sleman tambah satu kursi," ujarnya.
Di Bantul PDIP Raih Terbanyak
PDI Perjuangan menjadi peraih suara terbanyak pada Pemilu 2024 di Kabupaten Bantul dengan 165.118 suara. Ini berdasarkan hasil rekapitulasi di tingkat kabupaten yang digelar sejak Rabu (28/2) hingga Jumat (1/3) malam dan berdasarkan SK KPU Bantul No.312/2024 tentang Penetapan Hasil Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Bantul 2024, dari 629.465 suara sah.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menempati posisi kedua dengan 95.541 suara. Di bawahnya ada Partai Gerindra dengan 72.513 suara, PKS dengan 64.405 suara, Partai Golkar dengan 59.173 suara. Lalu disusul PAN dengan 43.750 suara, Partai Demokrat dengan 32.538 suara, PPP dengan 30.816 suara, dan Partai Ummat dengan 24.709 suara. Sementara NasDem dengan 11.796 suara, PBB dengan 11.063 suara, serta PSI dengan 9.184 suara.
Kemudian Partai Buruh dengan 2.901 suara, Partai Gelora dengan 2.130 suara, Perindo dengan 1.838, Partai Garuda dengan 761 suara, Partai Hanura dengan 595 suara dan PKN dengan 343 suara.
Ketua DPC PDIP Bantul Joko Purnomo mengatakan, dari hitungan internal yang dilakukan, PDIP hanya bisa menambah satu kursi dari enam daerah pemilihan (dapil). Di mana masing-masing dapil hanya dapat dua kursi. Sehingga saat ini total PDIP mendapatkan 12 kursi di DPRD Bantul periode 2024-2029. Target awal 17 kursi.
“Itu dari jumlah perolehan suara yang dihitung melalui data C1 yang dihitung secara manual. Kami belum bisa memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan yang ditargetkan,” ujarnya kemarin (3/3).
Sementara Partai Ummat mampu menjadi partai 10 besar dengan suara terbanyak di Bantul. Partai yang baru berkontestasi dalam Pemilu 2024 ini mampu mengungguli partai lama seperti NasDem dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Dengan perolehan suara itu, partai besutan Amien Rais ini mendapat jatah satu kursi di DPRD Bantul untuk periode 2024-2029. Perolehan kursi itu dari dapil Bantul 1 yang meliputi Kapanewon Bantul dan Sewon. Dari dapil itu, caleg Suwandi menempati posisi pertama suara terbanyak dan berpeluang besar masuk ke dewan.
Ketua DPD Partai Ummat Bantul Habibi Ash Shiddieqi menjelaskan, meski tergolong partai baru, Partai Ummat banyak diisi oleh wajah-wajah lama eks partai lain. Contohnya Suwandi yang merupakan mantan kader PPP. “Enam kursi itu target ambisi, tapi target realistis kemarin sempat di angka tiga atau empat kursi,” ungkapnya. (inu/tyo/laz)