RADAR JOGJA - Warga Jalan Krasak, Kotabaru, Kota Jogja digegerkan dengan penemuan mayat perempuan Sabtu (24/2) malam di sebuah kos yang ditempati seorang pria. Identitas jasad perempuan itu masih belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara, Kalasan, Sleman.
Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Probo Satrio mengatakan, saat ini laki-laki penghuni kos itu dalam pencarian. Mayat perempuan ditemukan di lantai dua. "Di lantai dua di tangga naik ditemukan ceceran darah," katanya saat dihubungi kemarin (25/2).
Penghuni kos saat jasad perempuan ini ditemukan, sudah tidak ada di lokasi. Usia korban diperkirakan 20 hingga 25 tahun. Probo men
ambahkan, dari informasi pemilik kos, laki-laki penghuni kos itu sudah sekitar satu tahun menempati kos tersebut.
Selain itu, pria itu statusnya sebagai pekerja. Pemilik kos tidak mengetahui sejak kapan pria itu meninggalkan kos yang disewanya. Itu lantaran pemilik kos selama ini berada di Berbah, Sleman, tidak berdekatan dengan kosnya.
Probo menuturkan, saat ini belum diketahui korban mengalami luka apa saja. "Nanti hasil otopsi yang menjelaskan luka-luka yang dialami korban," tuturnya.
Menurutnya, peristiwa itu bermula dari laporan warga yang mencium bau busuk. Saat dicari ternyata berasal dari kos itu. Ketika didatangi, ditemukan mayat perempuan di dalam kos yang sudah dengan keadaan membusuk.
Kapolresta Kombes Pol Aditya Surya Dharman menambahkan, pria yang menghuni kos berinisial H. Penghuni kos bekerja di salah satu kafe.
Warga sekitar Teguh menceritakan awal penemuan jasad itu. Sebenarnya warga sekitar tidak ada yang mengetahui bahwa ada mayat di dalam kamar kos. Penghuni kos yang disebut polisi inisial H itu sempat dicari rekan kerjanya.
Menurutnya, teman kerja mendatangi kos H karena tidak masuk kerja tanpa keterangan selama empat hari. Oleh karena itu, didatangi ke kosnya di Jalan Krasak. "Temannya cari ke sini kok ada darah, lantas laporan ke warga. Pas dicek betul ada, diduga korban pembunuhan itu," katanya.
Teguh menambahkan, penghuni kos inisial H itu bekerja di sebuah kafe. Dia yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian tidak mengenal H. Menurutnya, nama dan sosoknya saja tidak pernah bicara atau berpapasan.
Sebelum kejadian tidak ada gerak gerik yang mencurigakan. Semua berjalan normal seperti biasanya. "Karena di sini kan anak kos juga banyak. Ada yang bekerja atau kuliah," bebernya.
Teguh menyayangkan pemilik kos yang tidak melapor ke warga setempat bila sudah terisi penghuni baru. Kondisi itu membuat warga tidak ada yang memiliki identitas penghuni kos tersebut. (rul/laz)