Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siap-Siap, tanpa Pengolahan Sampah TPA Piyungan Bisa Tutup Lagi sebelum Maret

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 22 Februari 2024 | 05:49 WIB
Kondisi TPA Piyungan
Kondisi TPA Piyungan

 

RADAR JOGJA – Kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan dikhawatirkan tak akan sampai Maret. Karena itu Pemprov DIY mendesak langkah konkret dari pemkab dan pemkot untuk segera melakukan pengolahan sampah.

 

"Tanpa tindakan itu pasti kita tidak punya alternatif, karena alternatifnya plan a, b, c sudah terlampaui," kata Sekprov DIJ Beny Suharsono  di Kompleks Kepatihan Rabu (21/2). 

 

Beny mengatakan, zona transisi satu juga tidak mampu mengurangi sampah yang dibuang ke sana. Kemudian, akhir-akhir menjelang transisi satu, dibahas trasisi dua dengan dikurangi kuotanya. Sementara di sisi lain daya tampungnya konstan atau tidak berubah tetap ada terus menerus.

 "Masuk musim hujan, sampah bertambah berat menggunung di mana mana, juga menghadapi Idul Fitri," ujarnya. 

 

Terlebih untuk Kota Jogja, diminta segera mengambil tindakan. Apalagi sudah diiznkan sejak dua bulan lalu untuk memakai sebagian lahan di TPA Piyungan sesuai permintaan. Rencananya lahan tersebut untuk peletakan alat pengolah sampah, untuk mengolah sampah-sampah dari Kota Jogja seperti yang dilakukan di TPST Tamanmartani Sleman.  "Makanya kalau kuota ini bisa ditahan, usaha kota sama sama maksimal dengan kita, bisa sampai April," jelasnya. 

 Baca Juga: TPST Piyungan Dekati Titik Limit, Sekprov DIY: Ceremony Kami Anggap Cukup, Saatnya Berbuat Bersama

Menurutnya, penambahan kuota sampah masuk ke TPST Piyungan bukan menjadi langkah solusi. Sementara, di Sleman dengan TPST Tamanmartani selesai mengolah sampah mandiri. Pun TPST Minggir Sleman juga didorong bisa selesai. "Kan ada selisihnya Sleman bisa ditutup ke kota, Bantul kemarin percaya dengan pengolahan di kalurahan lahan juga cukup," tambahnya. 

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIJ Kusno Wibowo mengatakan, kondisi transisi dua TPST Piyungan saat ini sudah mendekati titik limit. Meskipun, masih diupayakan untuk ditata agar daya tampungnya mampu hingga pertengahan Maret atau akhir Maret mendatang. 

 Baca Juga: Timbulan Sampah Pascapemilu, DLH Gunungkidul Larang Sampah APK Dibuang Ke TPA

Pun gerakan pemilahan sampah di Kota Jogja diklaim pengaruhnya masih kecil. Sebab, sampai saat pembuangan sampah dari kota ke Piyungan dengan kuota 145 ton per hari itu masih terus jalan. Sementara, kuota sampah per haro 270 ton akumulasi dari Sleman, Bantul, dan Kota Jogja.  "Kalau 145 kuota kota sementara sampah kita kan 200 ton lebih sehari," katanya. 

 

Diharapkan, pembuangan sampah dari kota ke Piyungan bisa lebih kecil. Program yang digalakkan Kota Jogja dimungkinkan berpengaruh namun belum terlalu signifikan. "Nyatanya masih sama, ini baru upaya yang dilakukan kota," imbuhnya. (wia/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#sekprov diy #Kota Jogja #Pengolahan Sampah #TPA Piyungan #Benny Suharsono