Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Demokrat dan Nasdem Yakin Bertambah Kursi di DIY, PSI Berharap Ada Wakilnya di Parlemen

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 19 Februari 2024 | 13:30 WIB
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Wakil Sekretaris I DPD Partai Demokrat DIJ Fitria Rahmawati mengatakan, meski masih menunggu hasil penghitungan suara dari KPU DIJ, pihaknya menaruh harapan bisa ada wakil partainya di pusat atau DPR RI. Kemudian setidaknya harapan yang tak muluk-muluk untuk di daerah. 


"Dan satu fraksi di tiap tingkatan, mengingat konstelasi nasional sekitar tujuh persen. Kami harapkan efek tersebut bisa berimbas di DIJ," katanya. 


Ria, sapaannya itu menjelaskan, konstelasi nasional sangat berpengaruh dengan eksistensi suara Partai Demokrat di DIJ. Adapun 2019, perolehan kursi Demokrat menurun tajam dengan isu keistimewaan Jogja. 


Akan tetapi dengan progress yang dinikmati masyarakat DIJ dari hasil UU Keistimewaan Jogja, menurutnya, menjadi parameter bahwa Demokrat telah mengakomodasi aspirasi masyarakat DIJ. "Serta beberapa isu penting yang terus di sebarluaskan ke masyarakat. Selain itu, upaya edukasi terkait pentingnya legislatif di masyarakat," tandasnya. 


Adapun peta persaingan Pemilu 2024 dengan 2019 lalu dianggap hampir sama. Namun berdasar evaluasi 2019 dan persiapan maksimal para calon legislatif (caleg) dapat meningkatkan performa kampanye. 


Sebelumnya juga para caleg diberikan pembekalan terkait pemetaan wilayah, evaluasi hasil perolehan 2019 dan upaya peningkatan suara pemilih serta public speaking dalam rangka menunjang skill sosialisasi mandiri tiap caleg ke masyarakat. 


"Dengan kinerja maksimal, semua caleg dan support besar dari DPP Partai Demokrat terutama Bapak SBY yang memberi perhatian khusus untuk Demokrat di DIJ, kami tetap optimistis (kursi) bisa terpenuhi," tambah ketua Angkatan Muda Partai Demokrat (AMPD), sayap Partai Demokrat. 


Terpisah, Sekeretaris DPW Nasdem DIJ Suharno menyebut, peta perolehan kursi legislatif untuk kabupaten sebanyak 8 kursi. Wilayah lain pihaknya belum dapat membocorkan. Sebab proses perhitungan suara masih berjalan.  "Itu untuk kabupaten, belum (yang lain)," bebernya. 


Sedangkan Ketua DPW Nasdem DIJ Subardi justru tak mau membeberkan peta perolehan kursi partai yang dipimpinnya. Sebab, saat ini sudah memasuki proses penghitungan suara, sehingga data akurat ada di ranah penyelenggara pemilu yaitu KPU. 


"Resmi minta KPU aja yang akurat, KPU sebagai penyelenggara. Target itu saat sebelum pemilu, kalau sekarang wewenang ada di penyelenggara. Dibandingkan Pemilu 2019, pemilu sekarang lebih semrawut," sebutnya.


Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) optimistis dengan bergabungnya koalisi ke calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, berdampak positif mendongkrak perolehan suara.  Dukungan ke kubu 02 itu dipastikan membawa angin segar dalam pertempurannya mendapatkan kursi legislatif.


Ketua DPW PSI DIJ Kamaruddin mengatakan, yakin untuk dapat perolehan kursi anggota legislatif pada Pemilu 2024. Terlebih untuk se-tingkat provinsi, kabupaten/kota.  "Ya, kami masih optimistis untuk dapat (kursi legislatif)," katanya kepada Radar Jogja kemarin (18/2). 


Bro Kamar, sapaan akbranya, itu menargetkan bisa lolos perolehan kursi anggota legislatif untuk provinsi tiga kursi, kabupaten masing-masing targetnya bisa dua kursi untuk Kulon Progo, Bantul, Sleman, dan Gunungkidul. Namun berbeda dengan target untuk Kota Jogja.  "Namanya kota (Jogja), kita bisa dapat empat (kursi legislatif)," ujarnya. 


Selain karena PSI partai militan yang memiliki citra diri sebagai partai segmen anak muda itu diyakini dapat menambah poin suara. Pun ditambah juga ada faktor variabel dukungan PSI ke salah satu paslon presiden. 


"Jadi ya pemilih kita itu linear dengan pemilih calon presiden yang diusungkan PSI. Iya berdampak positiflah (mendukung paslon 02)," ujarnya. 


Menurutnya, perolehan suara PSI tahun ini lebih banyak dibandingkan Pemilu 2019. Di mana tahun ini efek ekor jas-nya dinilai lebih besar dan membantu mengangkat suara PSI. Sehingga, dia optimistis bakal mendapatkan kursi legislatif sesuai yang ditargetkan. 


"Ya, 2019 lalu kita kan tidak maksimal yang kita dapatkan, karena memang lari ke salah satu partai pengusung calon presiden. Kalau kali ini berimbang ya, artinya lebih banyak suara PSI tahun ini dibandingkan 2019. Memang 2019 PSI sangat sedikit mendapatkan ekor jasnya dari pencalonan presiden. Tapi kali ini saya lihat lebih besar," tambahnya.  (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#parlemen #Demokrat #psi #nasdem #kpu dij