RADAR JOGJA - Seniman asal Jogjakarta Butet Kartaredjasa mendapat penghargaan Top of The Year dari Radar Jogja untuk kategori Budayawan Pro Demokrasi. Butet dinilai sebagai sosok seniman yang punya komitmen membela dan memperjuangkan demokrasi.
Butet Kartaredjasa mengaku senang mendapatkan penghargaan dari Radar Jogja ini. Namun dia ingin mengoreksi kata budayawan yang ia dapatkan itu. Sebab, ia merasa predikat budayawan itu tidak tepat disandangnya.
"Saya itu lebih merasa pas kalau disebut seniman. Itu profesi saya. Karena saya itu seorang aktor, penulis, dan pelukis," ucapnya saat manajemen Radar Jogja memberikan penghargaan di rumahnya, Kasihan, Bantul, kemarin (16/2). Penghargaan diberikan langsung oleh Direktur Radar Jogja Ananto Priyatno.
Bagi Butet, istilah budayawan itu sangat tinggi. Dan istilah budayawan itu hanya julukan saja. "Budayawan itu bukan profesi. Lagian di Indonesia ini kan sering distigma. Bahwa di Indonesia ini korupsi sudah menjadi budaya. Lha berarti koruptor kan ya budayawan. Lha saya gak sreg dengan predikat budayawan itu," jelasnya sambil terkekeh.
Butet juga memberi contoh di koran biasanya kalau redaksinya bingung memberi catatan kaki, siapa predikat penulisnya tidak jelas identitasnya. Maka itu akan dipredikati sebagai budayawan. "Makanya kalau sebagai penulis, footnote saya itu selalu saya tulis aktor atau pengecer jasa akting," ujarnya.
Walaupun demikian, Butet tetap berterimakasih kepada Radar Jogja karena telah diberi penghargaan ini. Ia berharap predikat itu bukan untuknya sendiri. Harapannya semangat pro demokrasi bisa menjadi inspirasi bersama orang-orang yang mencintai demokrasi, dan orang-orang yang mempercayai betapa nikmatnya hidup dalam budaya demokrasi.
"Jadi semua bisa bebas berekspresi, bebas mengartikulasikan pikiran, tidak pernah kena intimidasi, terus berjuang, merawat, mempertahankan, dan membela demokrasi. Itu pesan penting untuk penghargaan yang saya terima. Bukan untuk saya pribadi, tapi untuk semua," jelasnya.
Tak hanya itu, penghargaan ini juga Butet dedikasikan untuk semua yang menjunjung demokrasi dalam berkehidupan di Indonesia. "Karena ke depan kita akan berhadapan dengan satu rezim yang terang benderang melukai demokrasi," katanya.
Sementara, Direktur Radar Jogja Ananto Priyatno mengatakan, Radar Jogja memberikan penghargaan terhadap tokoh-tokoh terbaik di Jogja dan sekitarnya. Butet Kartaredjasa termasuk yang penerima penghargaan itu karena Butet dinilai sebagai sosok seniman yang kritis terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia.
Menurut Ananto, sikap tegas Butet sejak dulu hingga sekarang tidak bisa ditawar-tawar lagi kalau masalah demokrasi. "Makanya tim Radar Jogja memberikan penilaian untuk Pak Butet sebagai salah satu penerima penghargaan, seorang seniman yang pro demokrasi," tutur Ananto. (ayu/laz)