Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggota KPPS Praktis Tidak Tidur 24 Jam, Enam Petugas Tumbang saat Coblosan

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 16 Februari 2024 | 15:00 WIB

 

Photo
Photo

RADAR JOGJA - Di balik suksesi Pemilu 2024, ternyata ada keringat dan perjuangan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Mereka rela bekerja nyaris 24 jam demi menyelesaikan seluruh rangkaian pungut hitung surat suara.


Seperti diungkapkan salah seorang anggota KPPS di Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Anna Seftiayunisa, 27. Ia mengaku bertugas selama 22 jam, praktis tanpa tidur. Kesempatan istirahat hanya ketika sela waktu salat.


"Ya, bayangkan aja. Berangkat pagi, pulang hampir pagi lagi. Saya pulang itu bareng orang berangkat jamaah ke masjid untuk salat Subuh," katanya kemarin (15/2).


Anna mengatakan, kondisi sama juga dirasakan anggota KPPS di TPS lain. Menurutnya, selama bertugas mengawal proses pemilu dibutuhkan kondisi fisik dan stamina prima. Itulah salah satu konsekuensi petugas KPPS. "Kasihan, ada teman juga lagi hamil muda. Tapi mau bagaimana lagi. Sudah risiko dari awal," terangnya.


Bagi dia, menjalankan tugas KPPS memang tidak mudah. Selain kondisi fisik, petugas tuga dituntut untuk lebih teliti dan berkonsentrasi tinggi. Kendati begitu, dia merasa bersyukur karena telah mendapat kepercayaan dalam proses pemilihan sosok pemimpin bangsa. "Sangat berkesan ya. Walau pun harus susah payah. Bangun pagi sama persiapan sampai akhir itu rumit banget," jelasnya.

KERJA KERAS : Petugas KPPS di Kebumen menyelesaikan proses pungut hitung surat suara Pemilu 2024.
KERJA KERAS : Petugas KPPS di Kebumen menyelesaikan proses pungut hitung surat suara Pemilu 2024.


Komisioner KPU Kebumen Muhammad Sobir menyampaikan, pihaknya mencatat ada enam petugas sakit selama proses penghitungan surat suara Pemilu 2024. Masing-masing empat KPPS, satu PPS dan satu Satlinmas. Meski begitu, secara keseluruhan proses pemilu di Kebumen berjalan lancar. "Sakit karena kelelahan. Sekarang sudah pulih. Mereka sakit itu punya komorbid atau penyakit peserta," ucapnya.


Sobir mengaku, proses di TPS yang paling menguras tenaga adalah ketika penghitungan suara hingga teknis pengisian lembar C plano serta input data pada aplikasi Sirekap. Di Kebumen, kata Sobir, mayoritas TPS selesai proses rekapitulasi suara melebihi dini hari. "Item kertas plano itu banyak. Jadi harus diisi gantian satu per satu. Misal tidak teliti, ya risiko ulang," ungkapnya. (fid/laz)

Editor : Satria Pradika
#Kabupaten Kebumen #kebumen #Petugas KPPS #pemilu 2024