Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Parpol di Jogjakarta Perintahkan Copot, Persilahkan Limbah APK Jadi Pembatas Warung

Khairul Ma'arif • Senin, 12 Februari 2024 | 14:00 WIB

 

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Para pimpinan parpol peserta Pemilu 2024 di DIJ sudah memerintahkan struktur partai dan calon legislatif di setiap tingkatan untuk menurunkan alat peraga kampanye (APK). Itu menyusul karena telah memasuki hari tenang menjelang coblosan 14 Februari.


Masa tenang dimulai sejak Minggu (11/2) hingga Selasa besok(13/2). APK yang terpasang harus diturunkan secepatnya sehingga mulai hari Minggu itu seharusnya sudah tidak ada lagi pemandangan APK partai, caleg, atau paslon capres-cawapres yang mejeng di pinggir-pinggir jalan.


Sejumlah titik di Kota Jogja, sudah dilakukan pencopotan APK sejak Sabtu (10/2) malam. APK yang sifatnya menempel diturunkan sebelum berganti ke hari tenang.


Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIJ Muhammad Yazid mengaku sudah memerintahkan struktur dan caleg dari partainya untuk menurunkan APK. Perintah itu sudah ada sejak dua hari sebelumnya atau tepatnya Jumat (9/2). Perintah DPW itu menyeluruh ke penjuru struktur dan caleg PPP se-DIJ.


"Masih ada proses penurunan. Saya lihat masih di jalan-jalan, tetapi sejak tadi pagi sudah diingatkan untuk secepatnya diturunkan," katanya kepada Radar Jogja Minggu (11/2).


Yazid tidak mengetahui secara rinci ada berapa jumlah APK yang berkaitan dengan PPP. Itu lantaran tidak ada data detail yang dimilik. Tetapi diperkirakan kalau se-DIJ jumlahnya mencapai ribuan APK yang berkaitan dengan PPP.


Jumlah gabungan antara caleg tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Ditambah dengan APK partai berlambang Kakbah itu sendiri yang masuk dalam koalisi capres nomor 03.


Menurutnya, saat dihubungi masih ada proses penurunan APK PPP. Namun dia memastikan jumlahnya sudah banyak APK yang diturunkan.


Ia menuturkan, perintah untuk mencopot sendiri APK PPP daripada nantinya ditindak pencopotan oleh Panwas ataupun Satpol PP. Kekhawatiran itu wajar karena sekarang sudah memasuki hari tenang.


Dia menambahkan, APK caleg yang sudah diturunkan nanti menjadi kewenangan masing-masing. Menurutnya, DPW PPP tidak ada arahan lebih lanjut untuk limbah APK akan diapakan.


"Terserah calegnya masing-masing, kami tidak ada instruksi sedetail itu," tuturnya. Tidak ada instruksi limbah APK caleg mau disumbangkan karena memang kondisinya yang dinilai tidak layak usai berbulan-bulan terpasang.


Sedangkan untuk APK yang berkaitan dengan PPP seperti bendera, akan dirawat. Itu lantaran karena bendera merupakan kebesaran partai pasti sehingga akan mendapatkan perawatan. Selain itu, bendera partai juga akan digunakan untuk kegiatan internal lainnya. "Kami rawat nanti untuk tahun depan. Kalau ada acara hari lahir atau lainnya, kami pasang lagi," tambah Yazid.


Hal yang sama juga dilakukan DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DIJ. Bahkan DPW PSI mendapat instruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.
Ketua DPW PSI DIJ Kamaruddin menyampaikan, perintah dari DPP sudah diteruskan ke seluruh stakeholder di bawahnya. Baik struktur partai ataupun calegnya untuk membersihkan dan menurunkan APK di DIJ secara masing-masing menyeluruh.


Perintah itu diterbitkan sejak Sabtu (10/2), sehari sebelum masa tenang Pemilu 2024.  Dia mengatakan, dalam perintahnya agar APK yang diturunkan dapat disimpan masing-masing untuk didaur ulang. Itu sebagai upaya langkah kecil menjaga lingkungan.


Kamaruddin sebagai ketua DPW sudah menginstruksikan untuk penurunan semua APK. Sekarang sedang dilakukan pemantauan terhadap penurunan APK. Bahkan, menurutnya, APK miliknya sendiri juga dipantau. "Saya dengan vendor membuat agreement, selain dipasang juga vendor wajib menurunkan. Kalau pun nanti ada sisa yang tidak diturunkan, saya akan tegur vendor," ungkapnya.


Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIJ Totok Hedi Santosa menyampaikan, partainya juga sudah menginstruksikan untuk pencopotan APK. Menurutnya, kegiatan menurunkan APK di banyak tempat sudah sejak kemarin sore. Namun dia menyadari tidak dapat memantaunya secara keseluruhan. Seharusnya, penurunan sudah dapat diselesaikan.


Dikatakan, jumlah APK PDIP sudah pasti ribuan. Namun angka pastinya tidak dapat diketahui. Itu lantaran banyak dari teman-temannya yang berinisiatif membuat APK. Meskipun dari partainya juga ada yang membagi dengan jumlah tidak sampai 10 persen dari seluruhnya.


Setelah pencopotan, Totok mengungkapkan untuk APK bendera pantai disimpan oleh kader-kader setempat. Sedangkan untuk APK banner dan baliho, biasanya digunakan oleh para kader untuk berbagai keperluan. "Entah pembatas warung atau lainnya. Di PDI Perjuangan, kawan-kawan secara organik selalu bekerja membersihkan APK punya partainya," tandasnya. (rul/laz)

Editor : Satria Pradika
#APK #Limbah APK #pemilu 2024