RADAR JOGJA - Dari ribuan personil Satlinmas yang hadir dalam giat Apel Akbar Kesiapsiagaan Pemilu 2024 Kota Jogja, banyak ditemui personil yang berusia lanjut. Salah satu personel Satlinmas bahkan berusia 75 tahun yang masih aktif menjadi anggota. Apa alasannya?
AGUNG DWI PRAKOSO, Jogja
Seorang pria lanjut usia tampak gagah menggunakan seragam Satlinmas lengkap berwarna abu-abu dengan khidmat mengikuti giat Apel Akbar Kesiapsiagaan Pemilu 2024 Kota Jogja. Sengatan sinar matahari pagi di Stadion Mandala Krida tidak menyusutkan semangatnya. Seakan tidak mau kalah dengan personel yang lebih muda lainya, Ia tetap tegap berdiri mengikuti jalanya acara hingga selesai dalam barisan pleton Satlinmas.
Pria itu bernama Jarot Suhardi yang pada tahun ini usianya menginjak 75 tahun. Dia tinggal di Pajeksan, Sosromenduran, Gedongtengen, Kota Jogja. Jarot mengaku telah bertahun-tahun menjadi anggota satlinmas. Dia mengaku, sudah sejak zaman Presiden Suharto menjadi linmas. Meski tak ingat pasti tahunnya. “Saya mengabdi untuk negara dengan cara menjadi personel satlinmas," ujar Jarot, Rabu (7/2).
Pada tahun sebelumnya, Jarot mengaku selalu mengikuti apel akbar secara rutin. Sebelum-sebelumnya apel tersebut tidak dilakukan di Stadion Mandala Krida. "Kalau dulu, tahun-tahun sebelumnya apel akbar seperti ini dilakukan di Kridosono. Dari dulu saya mengikuti apa yang diperintahkan Danlinmas," tuturnya. Danlinmas atau Komandan Linmas adalah Kepala Satpol PP Kota Jogja.
Mengingat usianya yang sudah tua, Jarot selalu menjaga kondisi kesehatannya. Apalagi dalam bertugas pada Pemilu 2024. Vitamin dan madu yang diberikan oleh pemerintah kepada Satlinmas rutin ia konsumsi. "Selain itu, saya memang suka olahraga dan merupakan pelatih silat dari perguruan Bima," jelasnya.
Jarot juga berpesan di pemilu tahun ini siapa saja pemimpin yang akan menang, semoga bisa amanah dalam menjalankan kepemimpinan. Harapannya agar Indonesia maju dan rakyatnya makmur sejahtera.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat menanggapi perihal banyaknya personel Satlinmas yang berusia lanjut tersebut dikarenakan kesulitan dalam merekrut personil berusia muda. Pihaknya sangat mengapresiasi kepada personel Satlinmas yang lanjut usia tetapi masih aktif mengabdi kepada negara."Kami memang mengalami kesulitan dalam merekrut anggota satlinmas usia yang masih muda," ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Jogja itu mewanti-wanti kepada personel senior untuk tidak terlalu keras dalam bekerja. Dia mengingatkan tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan tubuh. Personel Satlinmas lain bisa melakukan backup jika kondisi kesehatan personil senior ada yang menurun."Sudah ada dukungan dari dinas kesehatan baik suplemen maupun tenaga medis yang akan berjaga di 14 kemantren," tuturnya.
Octo menyebut, sewaktu melakukan pengecekan pasukan banyak juga personel kategori usia lanjut sekitar 50 tahun ke atas. “Apresiasi kepada mereka karena semangatnya sangat luar biasa dalam berkontribusi untuk menyukseskan Pemilu 2024," imbuhnya. (pra)