Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Giri Sapto Adalah Lukisan Saptohoedojo di Alam, Dibangun secara Diam-Diam

Gregorius Bramantyo • Rabu, 7 Februari 2024 | 14:30 WIB

 

99 TAHUN MAESTRO SENI RUPA: Yani Saptohoedojo (kebaya hitam) bersama keluarga, kerabat, dan seniman ziarah ke makam maestro  seni rupa Saptohoedojo, di Makam Seniman Giri Sapto, Imogiri, Bantul.
99 TAHUN MAESTRO SENI RUPA: Yani Saptohoedojo (kebaya hitam) bersama keluarga, kerabat, dan seniman ziarah ke makam maestro seni rupa Saptohoedojo, di Makam Seniman Giri Sapto, Imogiri, Bantul.




RADAR JOGJA - Ratusan seniman dan budayawan berkumpul di Makam Seniman Giri Sapto, Imogiri, Bantul, kemarin (6/2). Ini dalam rangka haul dan peringatan 99 tahun maestro seni rupa Saptohoedojo.


Haul dimulai pukul 09.00. Diiringi gerimis dan udara sejuk, acara bertema “Seni Budaya yang Menyatukan” ini diawali sambutan istri almarhum Saptohoedojo, Yani Saptohoedojo. "Giri Sapto adalah lukisan Pak Saptohoedojo di alam. Bagi Pak Sapto, melukis itu bisa di mana saja, tidak harus di kanvas," ujarnya.


Saptohoedojo sendiri sengaja membangun kompleks pemakaman Giri Sapto secara diam-diam pada 1985. Dalam rangka memberikan penghargaan terhadap seniman dan budayawan sebagai pahlawan. Lahan pemakaman seluas hampir lima hektare ini berada di Bukit Gajah, Girirejo, Imogiri. Tidak jauh dari kompleks makam raja-raja Mataram.

Photo
Photo


Pintu masuk makam yang berbentuk lengkungan menyerupai pelangi melambangkan tujuh warna (mejikuhibiniu). Sekaligus menggambarkan bahwa Giri Sapto diperuntukan bagi para seniman yang berprestasi, dikenal masyarakat luas, dan mendapat penghargaan dari pemerintah.


Menurut Yani, mendiang Saptohoedojo berpikir bahwa surga atau langit itu berlapis tujuh. Pelangi pun juga begitu. Demikian pula dengan nama ‘Sapto’. “Makanya dinamakan Giri Sapto, makam seniman dan budayawan pengharum bangsa. Karena para budayawan dan senimanlah yang mengharumkan nama bangsa lewat karya-karya mereka," jelas Yani.


Ia berharap agar Giri Sapto dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Baik sebagai tempat mengenal budayawan dan seniman serta karya-karya mereka, maupun tempat penelitian tumbuh kembang pohon langka. "Kemungkinan satu atau dua tahun ke depan akan dilakukan renovasi museum yang sudah ada, dan pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan DIJ," ucapnya.


Acara haul diisi ziarah seniman dan budayawan, paduan suara, musikalisasi puisi, orasi budaya, dan penanaman pohon pocung dan kemenyan. Penanaman pohon pocung dan kemenyan ini dilakukan oleh Yani Saptohoedojo. "Pohon kemenyan ini semoga bisa mengharumkan mereka yang bersemayam di makam ini,” kata.


Yani menjelaskan, setiap tahunnya keluarga almarhum Saptohoedojo selalu menggelar acara di Makam Seniman Giri Sapto. Hal itu untuk mengenang jasa Saptohoedojo dan para pahlawan budaya yang dimakamkan di makam tersebut. “Jadi kami selalu menyempatkan untuk mengadakan haul dan ziarah seniman,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto menyebut, acara haul ini senantiasa mengingatkan masyarakat terhadap Saptohoedojo sebagai maestro seni dan budaya. Di mana karya Saptohoedojo nyata untuk bangsa dan negara. Apalagi karya Saptohoedojo yang paling fenomenal dan monumental berada di Bantul, yakni Desa Wisata Kasongan. "Itu atas sentuhan dari beliau juga," katanya.


Di mana pada sekitar 1971-1972, Saptohoedojo mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya. Sebagian besar merupakan perajin dalam seni meningkatkan nilai tambah dan estetika pada kerajinan gerabah. Sejak 1980-an, keramik Kasongan dikomersilkan dalam skala besar.


"Awalnya masih sederhana, tapi sekarang sangat maju berkat adanya inovasi yang kemudian diteruskan oleh para penerus. Sehingga kerajinan di Kasongan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," tandas Nugroho. (tyo/laz)

Editor : Satria Pradika
#Dinas Kebudayaan DIJ #makam seniman di bantul #Makam Giri Sapto Imogiri #Haul Saptohoedojo