RADAR JOGJA – Dua unit rumah di Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul tertima tanah longsor. Peristiwa ini terjadi di dua lokasi berbeda tepatnya di RW 001 dan 005 menimpa rumah milik Temon (60) dan Sapar (58), kemarin sore (31/1).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sumadi mengatakan, insiden naas itu mengakibatkan pemilik rumah bernama Temon terluka. "Dua unit rumah, satu korban luka ringan bernama Temon telah mendapatkan penanganan di Puskesmas," ujarnya.
Curah hujan yang deras dan berlangsung cukup lama mengakibatkan tebing di sekitaran rumah Temon longsor seketika dan menimpa bangunan hingga roboh total. "Rusak berat, bangunan beserta isi rumah kena reruntuhan," jelasnya.
Sedangkan, rumah di RW 001 milik Sapar, tanah longsor tepat menimpa bagian dapur dan kamar mandi rumah. Tidak ada korban luka ataupun jiwa. Dinding dapur dan kamar mandi belum jebol. Meski begitu, pihaknya mengkhawatirkan akan terjadi longsor susulan. "Kami sudah kerahkan tim BPBD untuk melakukan kerja bakti dengan warga sekitar," ucapnya.
Untuk korban Temon, sudah masa pemulihan dan akan mengungsi ke rumah keluarganya dan pihaknya telah memberikan bantuan logistik berupa makanan dan peralatan. "Kerugian akibat ambruknya rumah Temon mencapai Rp 20 Juta dan untuk rumah milik Sapar ditaksir mencapai Rp 3 Juta ," tuturnya.
Di Kulon Progo, curah hujan yang tinggi di puncak Suroloyo membuat beberapa titik mengalami longsor. Kejadidi antaranya menimpa dua kepala keluarga di Padukuhan Nglambur, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh."Sudah 3 kali kami terdampak longsor, dan titiknya sama dengan sebelumnya," ucap Roji salah satu pemilik rumah yang terkena longsoran, kemarin (31/1).
Selama setengah bulan tebing di samping rumahnya mengalami longsor. Longsoran diawali dengan longsoran kecil yang menutup akses jalan hingga yang terakhir merusak rumahnya.
Di samping rumah Roji, nampak tebing menjulang sekitar 40 meter. Tebing itulah yang mengalami longsor. Insiden longsor terakhir membuat rumahnya penuh tanah, sebagian kaca pecah, hingga atap bagian depan rumahnya rusak.
Kejadian longsor yang ia alami selama tiga kali. Pertama, Senin (22/1), kala itu longsoran hanya menutup jalan akses warga. Longsoran dibersihkan secara gotongroyong dengan warga. Pembersihan kala itu memakan waktu lima hari karena keterbatasan alat.
Kejadian kedua Minggu (28/1). Kala itu hujan deras, rencana warga akan melakukan pembersihan di esok hari senin. Namun, ketika warga akan membersihkan longsor di lokasi, justru longsor kembali terjadi. "Longsor terakhir sempat menimbun gerobak pengangkut tanah yang dibawa warga," ucap Roji.(cr6/cr7/din)