RADAR JOGJA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan gedung Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jogjakarta, di Jalan Ringroad Barat, Gamping, Sleman kemarin (31/1). Peresmian ini sekaligus resepsi peringatan puncak Harlah ke-101 NU.”Pembangunan dan peresmian gedung UNU Yogyakarta ini merupakan sebuah lompatan kemajuan 50 tahun ke depan bagi organisasi NU,’’ujarnya saat peringatan Harlah Ke-101 NU dan peresmian Gedung Terpadu Kampus UNU Jogjakarta, kemarin (31/1).
Namun, Jokowi mengingatkan, UNU Jogjakarta tidak boleh hanya bangga pada bangunan gedungnya. Sebagai lokomotif kemajuan, UNU disebut harus bangga pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dia juga menginginkan, UNU Jogjakarta menjadi lokomotif lompatan kemajuan bagi lembaga pendidikan tinggi NU secara nasional.
Menurutnya, sebagai lokomotif kemajuan pendidikan, UNU Jogjakarta tidak boleh hanya bangga pada gedungnya. Yang utama adalah bangga pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bangga terhadap pendidikan unggulnya untuk mencetak intelektual Nahdliyin yang kompetitif di dunia profesional dan sukses sebagai entrepreneur.
Jokowi menceritakan pada Januari 2020, menerima surat permohonan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jogjakarta dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait pembangunan Kampus UNU Yogyakarta. Alasannya adalah karena organisasi lain telah memiliki kampus yang baik, dan mereka menyampaikan PBNU, termasuk PWNU Jogjakarta, belum memiliki universitas yang bagus."Saya setuju membantu, tapi UNU bukan dirancang untuk biasa-biasa saja, harus menjadi luar biasa sebagai lompatan kemajuan bagi NU secara nasional," sebutnya.
Dalam prosesnya, Jokowi juga menuturkan ada kesepakatan yang dilakukan dengan pihak PBNU. Salah satunya adalah membangun gedung dengan ketinggian 9 lantai. Hal tersebut didasari atas beberapa hal seperti filosofi dari NU hingga keterbatasan lahan yang tersedia.’Kita tahu semuanya NU itu 9 bintang, NU itu wali songo, cocok semuanya, kita bangun," bebernya.
Menyoal lahan, Jokowi memang sempat meminta secara langsung kepada Sultan Hamengkubuwono X untuk mengusahakan lokasi pembangunan UNU di sekitar kawasan ring road."Ketika saya ke sini untuk peresmian YIA, saya sampaikan ke Ngarso Dalem apakah memungkinkan UNU diberi lahan di jalur ring road," paparnya.
Dari obrolan tersebut dia mengungkapkan, bahwa Sultan HB X menyampaikan kemungkinan UNU bisa didirikan di kawasan sekitar ring road. Namun hanya ada ketersediaan lahan kurang lebih satu hektare."Lahan satu hektare tidak apa-apa, ini untuk memulai dulu, nanti diberikan yang lain tidak apa-apa," ungkapnya.
Setelah kepastian lahan tersebut diperoleh, akhirnya Jokowi segera menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Tjahjanto untuk menyiapkan anggaran pembangunan gedung UNU Yogyakarta."Karena memang lahannya terbatas, maka pembangunannya ke atas," ungkapnya.
Selain melobi Ngarso Dalem, Jokowi juga menceritakan pertemuannya dengan Presiden UEA Syekh Mohammed bin Zayed al Nahyan. Ia menuturkan pada Syekh Al Nahyan, bahwa Indonesia menginginkan kampus yang fokus pada pengembangan Artificial Intelligence, sebagaimana juga yang dimiliki oleh UEA."Apakah memungkinkan untuk bisa dihubungkan universitas MBZ di Uni Emirat Arab dengan yang di Indonesia," lontarnya.
Syekh Al Nahyan pun sangat menyambut baik rencana tersebut, Ia langsung bersedia membantu pembangunan kampus yang diinginkan Presiden Jokowi tersebut."Saya pikir hanya dibantu masalah perkuliahan saja, tapi ternyata juga dibantu segedung-gedungnya," ujarnya.
Dia memaparkan, salah satu hal yang lebih penting dari gedung adalah bantuan beasiswa dan dosen untuk riset di bidang strategis, yaitu masyarakat masa depan dan juga bioteknologi serta Artificial Intelligence. Ilmu tersebut dikatakannya penting harus segera direalisasikan."Universitas besar belum tentu memiliki studi baru ini. Namun, UNU Yogyakarta yang dimiliki PBNU telah melakukan terobosan besar, lompatan jauh ke depan dan memiliki studi mengenai ini," tandasnya.
Agenda Jokowi selanjutnya mengunjungi Masjid Walidah Dahlan Universitas Aisyiyah (UNISA) Jogjakarta. Kedatangannya disambut jajaran pimpinan dan Badan Pembina Harian (BPH) UNISA Yogyakarta serta Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah.
Rektor UNISA Warsiti menyampaikan, bahwa masjid Walidah Dahlan memiliki total luas 14.354 m2. Masjid tersebut menjadi icon baru bagi universitas yang didirikan oleh organisasi perempuan terbesar di dunia yaitu Aisyiyah. "Masjid ini diharapkan bisa memancarkan keilmuan perempuan melalui gerakan dakwah di semua lini yang bisa dijangkau melalui masjid," katanya.
Keberadaan masjid tersebut menjadi sangat penting bagi lebih dari 7.200 mahasiswa UNISA dalam Tahun Akademik 2023-2024 ini dan lebih dari 350 pegawai, termasuk dosen dan tenaga kependidikan serta dimanfaatkan oleh masyarakat luas.(iza/din).
Editor : Satria Pradika