Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Targetkan Pembangunan TM 2 pada Triwulan I, Anggarkan Rp 100 M Tersebar di Dua Lokasi

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 16 Januari 2024 | 17:10 WIB

 

Photo
Photo

RADAR JOGJA - Pembangunan Teras Malioboro (TM) 2 bakal dimulai tahun ini. Dipastikan ada dua lokasi lahan yang telah disiapkan, kurang lebih 6 ribu meter persegi. Targetnya pada triwulan I bisa dimulai. Saat ini tengah berproses pada pelelangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Sri Nurkyatsiwie mengatakan, pengadaan lahan untuk pembangunan TM 2 telah selesai. Berada di dua lokasi yang tersebar di dekat kawasan TM 1 dan di kawasan Ketandan, tepatnya lahan di belakang Ramayana Malioboro.

"Tahun ini baru kita mulai untuk pembangunannya (TM 2). Ya, harapannya di triwulan satu sudah kontrak. Kita berproses melengkapi proses pelelangan," katanya kemarin (15/1).

Siwie menjelaskan, pembangunan TM 2 permanen ada di dua titik lokasi dengan luas hampir 6 ribu meter persegi. Luasan itu sudah termasuk untuk akses masuk menuju TM 2 di belakang Ramayana. Dipastikan akan ada tiga akses masuk yang bisa digunakan pengunjung nantiny menuju ke TM 2.

"Itu kan ada Toko Makmur Jaya, sudah kami beli juga. Kan menjadi akses untuk masuk. Kurang lebih ada tiga akses (masuk menuju TM 2)," ujarnya.

Dia menyebut sedikitnya tiga akses masuk ini baru bersifat sementara. Pihaknya terus berproses dengan melihat situasi di lapangan. Sebab ini berbicara kawasan yang tidak hanya Teras Malioboro saja. Namun bagaimana ketersedian lahan parkir di kawasan Ketandan juga berproses dari instansi terkait.

Meski begitu, akses masuk menuju TM 2 nanti dipastikan akan menonjolkan keindahan khas Jogja. Hal ini disamping untuk menambah estetika, juga untuk menarik pengunjung masuk ke sana. "Pastinya akses masuk sudah kami desain juga, misal tampilan-tampilan untuk showcase budaya seni," ujarnya.

Pembangunan TM 2 dengan alokasi anggaran Rp 100 miliar dari dana keistimewaan (danais) nanti dibangun tiga tingkat, baik TM 2 yang sisi barat maupun timur. Ini sama halnya dengan TM 1 yang juga tiga tingkat. "Pembangunannya, harapan kami nanti bisa bersamaan (TM 2 sisi barat maupun timur)," sambungnya.

Demikian pula kapasitas pedagang akan mampu menampung sekitar 1.041 orang. Sebab lahan sekitar 6 ribu meter persegi itu tak akan dibangun full untuk bangunan semata.  "Harus ada ruang publik, ruang terbuka, penampilan para seniman, traffic pengunjung, kenyamanan dan keamanan," jelasnya.

Selain itu, tak kalah pentingnya juga di TM 2 yang baru nanti akan ada tempat para seniman dan budayawan mengapresiakan keterampilannya. Sehingga akan ada event budaya dan seni bisa tampil di sana.

Terkait pendataan pedagang di TM 2 nantinya diserahkan kepada jajaran pansus DPRD Kota Jogja untuk memastikan data jumlah pedagang yang masuk sesuai dengan pendataan. Terkait pedagang dadakan yang masuk TM 2, Siwie hanya akan mengacu pada pendataan Pemkot Jogja.

"Kami melihat dari data yang sudah ada dan disepakati oleh pemkot karena kewenangannya kota. Kami bersinergi dengan kota, sebab data yang digunakan adalah data yang sudah disepakati di kota," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, dua program pembangunan besar akan dilakukan di kawasan sumbu filosofi pasca ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Dua perogram besar itu yakni pembangunan Jogja Planning Galery (JPG) dan pembangunan TM 2.

"Ini sebenarnya sudah lama dipersiapkan, kami sudah running. Sekarang yang JPG masih dalam tahap perancangan analisis dampak lingkungan (Amdal)," katanya.

JPG nantinya dibangun di kawasan TM 2 dan gedung DPRD DIJ juga akan dilakukan pemindahan. Proses pembangunan fisik JPG dilakukan setelah kawasan itu steril sepenuhnya. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#teras malioboro #Malioboro