MAGELANG - Sub-Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio di Kota Magelang mulai dilaksanakan pada Senin (15/1/2024).
Kegiatan tersebut digelar di pos-pos Sub-PIN yang sudah disediakan. Mulai dari puskesmas, posyandu, aula kelurahan, hingga sekolah.
Vaksinasi itu dilangsungkan dua putaran. Setiap putaran berlangsung satu pekan atau tujuh hari.
Kemudian, akan ada sweeping selama lima hari. Tujuannya untuk memastikan seluruh anak di Kota Magelang mendapatkan vaksin polio.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Istikomah menjelaskan, sub-PIN polio merupakan respons terjadinya kejadian luar biasa (KLB) kasus polio di Jateng dan Jatim.
“Kalau tidak ada KLB, tidak ada vaksinasi seperti ini,” paparnya di Aula Kelurahan Keramat Selatan.
Baca Juga: Kualat, Truk Parkir di Purworejo Digasak, Tiga Pencuri Ditangkap Polisi
Padahal, kata dia, beberapa tahun lalu Indonesia dinyatakan bebas polio oleh World Health Organization (WHO).
Namun, karena adanya KLB tiga kasus itu, pemerintah merespons cepat untuk mencegah virus tersebut semakin meluas dan melindungi anak-anak dari polio.
Kota Magelang pun sudah membuat microplanning terkait dengan sasaran pemberian vaksinasi polio.
Dia menyebut, ada sebanyak 11.746 anak yang mendapat vaksinasi jenis novel Oral Polio Vaksin tipe 2 (nOPV2). Tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
Namun, jumlah sasaran tersebut akan terus berkembang. Mengingat dimungkinkan adanya bayi yang baru dilahirkan maupun pendatang dari luar daerah.
Istikomah mengutarakan, satu vial vaksin dapat digunakan untuk 40 anak. Setiap anak mendapatkan dua tetes.
Kendati sudah mengikuti vaksinasi pada putaran pertama ini, masyarakat diminta untuk tetap mengikutinya pada putaran kedua. Tepatnya pada 19 Februari mendatang.
“Satu minggu ini kami laksanakan putaran pertama. Nanti lima hari dilanjutkan sweeping bagi yang belum berkesempatan mendapatkan vaksinasi,” sebutnya.
Dia optimistis, pemberian vaksin polio ini bisa mencapai target 100 persen.
Untuk itu, Istikomah berharap seluruh stakeholder, orang tua, dan masyarakat turut mendukung gerakan ini guna melindungi generasi bangsa.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur menyambut baik dilaksanakannya kegiatan Sub-Polio 2024 ini.
Meskipun, di Kota Magelang sendiri belum ditemukan kasus polio.
“Akan tetapi, apa salahnya jika kita njagani. Mengingat Kabupaten Klaten merupakan salah satu tetangga kita, bukan tidak mungkin apabila terjadi penularan,” ungkapnya.
Disampaikan Mansyur, pencegahan polio tidak hanya dengan imunisasi saja. Tapi, juga dapat dilakukan dengan memastikan kebersihan.
Itu baik kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, kebersihan diri, maupun kebersihan lingkungan.
Masyarakat pun perlu memastikan untuk buang air besar di jamban yang sehat. Lantaran virus tersebut bisa menyebar di lingkungan sekitar melalui feses.
Kondisi kesehatan lingkungan yang buruk, lanjut dia, dapat mempercepat penyebaran virus.
Selanjutnya, kepada tenaga kesehatan dan kader kesehatan yang berada di tengah masyarakat, Mansyur meminta untuk terus mengingatkan akan pentingnya imunisasi pada anak sehingga Kota Magelang bebas polio.
"Mari bersama-sama menjaga hidup sehat dan jaga kebersihan,” tegasnya. (aya)
Editor : Amin Surachmad