RADAR JOGJA - Minggu lalu sampah di Depo Lapangan Karang, Kotagede, penuh hingga meluber ke jalan. Kondisi berbeda terjadi pada Jumat lalu (20/11) di mana sampah menumpuk di luar depo, sementara bagian dalam depo justru dalam keadaan kosong.
Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko menuturkan, saat itu Depo Lapangan Karang sedang dibersihkan sekaligus diberi disinfektan. Dia mengatakan, upaya ini dilakukan agar tidak menimbulkan penyakit.
"Lokasi depo itu menimbun sampah sekitar tiga mingguan, sampah itu ditimbun di dalam. Dan kami harus membersihkan nol persen di sana, kemudian kami semprot disinfektan," ujar Haryoko saat ditemui di Kelurahan Bumijo, Senin (23/10).
Saat proses pemberian disinfektan itu, mau tidak mau depo harus dalam kondisi kosong. Sehingga sampah yang tertimbun di dalam harus dikeluarkan. Sembari menunggu, sampah otomatis tertumpuk di luar.
Tumpukan semakin banyak seiring dengan tambahan sampah yang dibuang oleh masyarakat. "Kebetulan pada hari itu TPST Piyungan tutup. Jadi mau tidak mau sampah harus di luar dulu, sambil menunggu keringnya," tambahnya.
Sementara itu, Depo Lapangan Karang kemarin tampak kondusif. Tak terlihat ada sampah yang meluber ke jalan. Bagian dalam depo juga tak penuh, baru sebagian saja yang terisi dengan sampah.
Mandor Depo Sampah Sektor Kotagede, Samun menuturkan sampah di Depo Lapangan Karang baru saja diangkut. “Kemarin yang di luar dibersihkan 3 armada. Tadi pagi 2 armada, sisanya tak masukin ke depo,” ujarnya.
Dia menuturkan, pengangkutan sampah di dalam Depo Lapangan Karang masih menunggu jadwal armada. Ini karena armada harus bergantian mengangkut sampah dari depo lainnya. “Depo Lapangan Karang bisa menampung sampah hingga empat hari lagi,” katanya. (isa/laz)