RADAR JOGJA - KAI Daop 6 Jogjakarta secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa anjloknya KA 17 Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng-Gambir di Kulonprogo pukul 13.15. Akibat anjloknya kereta itu menyebabkan perjalanan dari kedua arah terganggu.
"Kedua jalur rel antara Wates-Sentolo untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kecelakaan tersebut. Tim Daop 6 terus bergerak cepat bersama pihak terkait dengan upaya evakuasi baik penumpang terdampak dan evakuasi sarana yang mengalami anjlokan," ucap Manager Humas Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro .
Dijelaskan, pihaknya juga tengah melakukan evakuasi dua rangkaian KA dan perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan. "Bagi perjalanan KA-KA yang akan melintas di wilayah Wates- Sentolo, KAI akan melakukan upaya rekayasa pola operasi berupa jalan memutar dan oper stapend," jelasnya.
Sementara pantauan di Stasiun Wates, ada beberapa penumpang yang membatalkan perjalanan. Salah satu alasannya barang bawaan mereka belum ada di tangan alias belum terevakuasi. Diduga kuat sudah terevakuasi namun ada yang terbawa ke Stasiun Tugu. Hal itu menyebabkan penumpang ragu untuk melanjutkan perjalanan tanpa barang bawaan mereka.
Salah seorang penumpang Gilang dari Jogja mengatakan, kejadian begitu cepat. Ia hanya merasakan kereta goyang-goyang sebelum kejadian. Kebetulan dirinya berada di gerbong 1 eksekutif yang anjlok.
Ia mengaku sempat terlempar, namun aman dan hanya mengalami shock. "Rencana saya mau ke Jakarta, tadi dari Jogja pukul 13.00. Mau diangkut kereta lain, tapi saya pilih cancel dulu saja. Lagian barangnya belum jelas. Sementara kalau tidak dengan barang, saya tak bisa masuk rumah," ungkapnya.
Ditambahkan, rencana ia hendak balik ke Jogja. Kendati sebetulnya ia berangkat ke Jakarta karena ada kerjaan yang harus dikerjaan dan terpaksa harus tertunda.
"Kondisi di Stasiun Wates aman. Hanya koordinasinya mungkin sedikit membingungkan, karena barangnya gak ada. Harapannya sih diberi penjelasan SOP-nya di mana, tapi saya maklum karena accident gak ada yang tahu. Rencana ke Jakarta kemungkinan besok naik bus saja," tambahnya.
Kerabat korban Bilsama Priando mengungkapkan hal senada. Ia datang ke Stasiun Wates untuk menjemput dua temannya yang kebetulan berada di Gerbong KA Argo Wilis yang mengalami kecelakaan.
"Kedua teman saya sebetulnya mau ke Purwokerto, berangkat dari Stasiun Tugu Jogja. Mereka liburan ke Jogja karena ada kosong kuliah. Tadi begitu dikabari kejadian, saya mau ke lokasi jemput, tapi ternyata sudah dibawa ke sini. Rencana refun tiket, ditunda keberangkatannya. Sama mau ngambil barangnya di Stasiun Tugu, katanya sudah diamankan di sana," ungkapnya.
Pantauan Radar Jogja, situasi lumayan rumit terjadi di Stasiun Wates, khususnya bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan dan membatalkan tiket karena terpisah dengan barang bawaannya. Pihak Stasiun Wates telah memberikan informasi dan layanan seoptimal mungkin sesuai kapasitasnya.
Kepala Stasiun Wates juga berada di lokasi memberikan arahan dan layanan kepada penumpang. Mendata barang bawaan penumpang yang belum ada di tangan mereka. Semua didata dan siap mengantarkan atau mencarikan barang yang masih tertinggal.
Sebagian penumpang kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta yang sudah disiapkan di Stasiun Wates ke Jakarta. Sebagian lagi memilih balik ke Stasiun Tugu dengan informasi barang-barang mereka yang berada di sana.
Sementara itu, perjalanan kereta dari Jakarta sebagian juga turun di Stasiun Wates. Mereka melanjutkan dengan sejumlah bus berwarna hijau yang sudah disiapkan di area parkir stasiun setempat. (tom/laz)