RADAR JOGJA – Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gunungkidul was-was karena jatah air yang dimiliki mulai menipis. Padahal asus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih marak di wilayah Gunungkidul.
Kepala Unit Damkar Kabupaten Gunungkidul Handoko mengatakan, jika tidak ada kejadian luar biasa (KLB) stok air yang dimiliki masih bisa bertahan hingga akhir tahun ini. Namun kalau kondisinya memburuk jatah air tidak cukup karena menipis. "Anggaran direncanakan bisa sampai akhir Desember 2023. Tapi bila kondisi seperti sekarang terus bisa KLB," kata Handoko Selasa (10/10).
Dia menjelaskan, hampir setiap hari petugas menerima laporan kejadian kebakaran dan didominasi karhutla. Terbaru hutan penelitian di Wanagama, Playen, terbakar pada Senin (9/10) petang. "Kebakaran terjadi pada Senin petang pada petak 14 wilayah Kawasan hutan Wanagama, Kalurahan Banaran, Playen," ujarnya.
Selain itu juga tidak boleh melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Tidak membuang puntung rokok atau hal-hal yang menjadi sumber api di dalam hutan dan lahan atau di sembarang tempat. (gun/pra)
Editor : Satria Pradika