Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Gelaran WJNC, Kawasan Tugu Ditutup Mulai Pukul 18.00

Annissa Alfi Karin • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 15:05 WIB

Ilustrasi Dinas Pariwisata Kota Jogja.GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Ilustrasi Dinas Pariwisata Kota Jogja.GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Masyarakat patut menghindari sejumlah ruas jalan ketika hendak ke Kota Jogja pada hari ini (7/10). Hal ini karena bertepatan dengan gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 di kawasan Tugu Pal Putih, dalam rangka HUT ke-267 Kota Jogja.


Sterilisasi akan dilakukan pukul 17.00. Sementara penutupan jalan secara total dilakukan mulai pukul 18.00. Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Golkari Made Yulianto, dari arah timur penutupan jalan dimulai dari simpang Gramedia. "Nanti lihat situasional. Bisa kita alirkan ke utara atau ke selatan," katanya Jumat (6/10).


Sementara dari sisi barat, akan ditutup mulai dari simpang Pingit. Berbeda dari tahun sebelumnya, peserta WJNC nantinya juga akan melewati Jalan Diponegoro. Untuk itu, Dishub mengondisikan jalan ini, tepatnya antara Simpang Pingit sampai Simpang Asam Gede untuk digunakan sebagai lokasi parkir.


Pada sore hari, di lokasi tersebut juga bisa menjadi lokasi drop zone peserta karnaval. Yulianto menambahkan, di arah selatan, penutupan akan dilakukan di Jalan Faridan M Noto.


"Dari arah utara itu yang kita lakukan penutupan di Simpang Jetis SMKN 2 Jogja, sehingga Jalan AM Sangaji atau Jalan Mangkubumi bisa digunakan sebagai lokasi parkir," tambahnya.


Dia berharap para tamu undangan dan masyarakat yang akan menyaksikan gelaran WJNC #8 bisa hadir lebih awal, mengingat adanya penutupan jalan. Bagi masyarakat yang memarkirkan kendaraan juga diminta memperhatikan keamanan kendaraan masing-masing.


"Pastikan kendaraan dalam kondisi aman terkunci. Dan untuk masyarakat yang tidak berkepentingan, agar bisa menghindari kawasan Tugu dan ruas jalan yang terdampak. Ini semata-mata agar terhindar dari kemacetan," tandasnya.


Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Jogja AKP Maryanto menyebut, buka tutup jalan nantinya akan bersifat fleksibel. Tamu undangan, tamu hotel, hingga warga sekitar masih tetap bisa mengakses beberapa ruas jalan yang ditutup.


Namun, lanjutnya, kawasan Tugu Pal Putih tetap akan ditutup total. Dia menambahkan akan ada 125 personel gabungan yang disiagakan. Mulai dari polsek jajaran, satlantas, dan unit lantas polsek jajaran. 
"Imbauan kepada pengendara ketika sudah ada di daerah kepadatan, harus bersabar. Satlantas berkolaborasi dengan Dishub Kota Jogja akan membantu melancarkan arus lalin," kata Maryanto.


Sementara itu, pagar baru yang mengelilingi Tugu Pal Putih kemarin diresmikan oleh Penjabat Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo. Sebelumnya bangunan yang masuk dalam sumbu filosofi itu dikelilingi oleh pagar berwarna oranye kemerahan. Namun, belakangan pagar itu telah diganti dengan yang baru.


Pagar baru menggunakan kombinasi warna hijau dan kuning. Di bagian atas juga terdapat ornamen tulisan aksara Jawa. Di antara pagar, ada pengait yang bisa dilepas pasang. Ini untuk memudahkan petugas saat membersihkan di area dalam pagar.


Pemasangan pagar ini, menurut Singgih, menjadi satu bagian dari edukasi bagi masyarakat untuk menghargai keberadaan Tugu. Sifat dari pagar ini juga sementara. Jika kesadaran masyarakat untuk menjaga Tugu dirasa tinggi, maka bukan tidak mungkin pagar akan dilepas.
"Beberapa waktu lalu sering terjadi vandalisme, kemudian ada yang foto-foto naik di Tugu, sehingga kotor kemudian banyak puntung rokok di sini," ujar Singgih usai peresmian.


Dikatakan, warna hijau dan kuning sengaja dipilih. Ini karena warna yang identik dengan Pareanom dan Kota Jogja. Dia berharap bisa menambah estetika, sehingga masyarakat yang ingin mengabadikan momen di sana bisa mendapatkan foto atau video yang lebih cantik lagi. "Ini juga menjadi bagian dari kita mempromosikan sumbu filosofi, akan menambah lebih cantik," tambahnya.


Sementara itu, salah satu goweser asal Berbah, Heri mengaku pagar baru yang mengelilingi Tugu terlihat bagus dan eye cathing. Sebagai warga Jogjakarta, dia juga mengaku pernah mengabadikan momen di Tugu saat masih dipasang menggunakan pagar yang lama.
"Kita kan lihat dari awal memang lebih bagus. Mungkin nanti ada perkembangan lebih baik lagi. Itu oke untuk keamanan Tugu juga," ungkapnya. (isa/laz)

Editor : Satria Pradika
#Tugu Pal Putih #dishub #WJNC #Gramedia