RADAR JOGJA - Kemeriahan dalam rangka perayaan HUT ke-267 Kota Jogja terasa di Pasar Beringharjo, Kamis (5/10). Puluhan pedagang hingga buruh gendong dari 29 pasar di Kota Jogja, mengikuti gelaran fashion show. Mereka berlenggak-lenggok di atas catwalk. Masing-masing mengenakan berbagai kreasi pakaian tradisional yang didominasi motif lurik. Ada yang tampil dengan konsep casual, ada juga yang berpakaian yang telah dimodifikasi.
Salah seorang pedagang pasar yang turut pada gelaran lomba fashion show ini adalah Eni Endaryati. Pakaian yang dikenakan terbuat dari bahan lurik yang dikombinasi kain brokat berwarna ungu muda. Lalu di bagian belakang dia sematkan semacam jubah warna hitam yang di bawahnya juga tersemat kain batik.
Eni mengaku membuat sendiri pakaian yang dikenakan itu. Mulai pemilihan bahan, proses mendesain, hingga menjahit. "Tidak ada persiapan khusus, karena ini sudah kali kedua saya ikut," kata perempuan yang sehari-hari berjualan roti di Pasar Sentul ini.
Pedagang lain yang juga turut serta adalah Siska. Dia pedagang di Pasar Beringharjo. Untuk memaksimalkan penampilannya, Siska bahkan sampai meminjam pakaian dan aksesoris milik teman sesama pedagang. Konsep tampilannya casual dengan memadupadankan dress batik dan tas wanita. Penampilannya semakin sempurna dengan riasan wajah yang sengaja dia lakukan di salon kecantikan.
"Saya semangat, senang, apalagi saya komunitas pasar. Kalau bisa setiap tahun harus diadain. Kita pedagang bisa memperkenalkan batik, sehingga seluruh dunia bisa mengenal batik, terutama Pasar Beringharjo," ujar Siska.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo turut hadir meresmikan gelaran acara ini. Dia menyebut ini wujud suka cita para pedagang dan buruh gendong dalam menyambut HUT ke-276 Kota Jogja. "Di sini untuk mengeratkan silaturahmi di antara para pedagang," katanya.
Singgih menambahkan, gelaran ini sekaligus menjadi ajang promosi. Ini lantaran kebanyakan pakaian yang dipakai untuk fashion show merupakan produk dagangan para pedagang.
"Ini kesempatan yang mereka pakai adalah yang mereka jual. Ini menjadi media marketingnya bagi dia, promosi produk yang mereka dijualnya. Boleh langsung dibeli di kios," ujar mantan kepala Dinas Pariwisata DIJ ini. (isa/laz)