Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gempa Besar Maroko: Ribuan Tewas dan Warga Terperangkap, Negara dalam Krisis

Bahana. • Senin, 11 September 2023 | 17:48 WIB
Penduduk desa berduka di sebelah rumah-rumah yang runtuh di Tafeghaghte, 37 mil sebelah barat daya Marrakesh, pada tanggal 10 September 2023. Foto oleh FADEL SENNA /
Penduduk desa berduka di sebelah rumah-rumah yang runtuh di Tafeghaghte, 37 mil sebelah barat daya Marrakesh, pada tanggal 10 September 2023. Foto oleh FADEL SENNA /

RADAR JOGJA - Gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo yang melanda Maroko pada Jumat malam telah mengakibatkan kekacauan dan penderitaan yang mendalam bagi warga negara tersebut.

Reuters melaporkan bahwa banyak penduduk Maroko telah menghabiskan dua malam berturut-turut di jalanan, setelah rumah mereka runtuh menjadi puing-puing akibat gempa tersebut.

Beberapa warga bahkan menghadapi kekurangan makanan, air, dan listrik, sambil menaruh harapan pada bantuan dari pemerintah.

Salah satu survivor, Yassin Noumghar, yang tinggal di desa Moulay Brahim yang terletak 40 km di selatan Marrakech, berbicara tentang kehancuran yang mereka alami.

"Kami kehilangan rumah kami dan juga kehilangan orang, dan kami tidur di luar selama dua hari," ungkapnya.

Noumghar juga mencatat bahwa bantuan pemerintah yang mereka terima masih sangat minim.

Sementara beberapa warga yang tinggal di luar desa mencoba memberikan makanan kepada warga Moulay Brahim, keadaan masih jauh dari membaik. Beberapa penduduk mendirikan tenda darurat sementara yang lain masih terpaksa tidur di luar ruangan.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena korban tewas terus bertambah, dengan lebih dari 2.000 orang yang telah meninggal menurut data Kementerian Dalam Negeri, dan ribuan lainnya mengalami luka-luka, termasuk 1.404 dalam kondisi kritis.

Upaya penyelamatan masih berlanjut untuk mencapai daerah-daerah terpencil yang sangat terdampak oleh gempa.

Pemerintah Maroko berusaha untuk mengatasi situasi ini dengan memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan, serta mendistribusikan bantuan seperti makanan, air, selimut, dan tenda kepada para korban.

Namun, tantangan yang dihadapi tetap besar, mengingat dampak besar gempa ini pada berbagai wilayah negara tersebut.

Gempa bumi yang melanda Maroko ini juga menjadi yang paling mematikan sejak tahun 1960, ketika gempa Agadir dengan kekuatan 5,8 magnitudo menewaskan ribuan orang di pantai barat Maroko, seperti yang dilaporkan oleh Survei Geologi Amerika Serikat.

Keadaan darurat dan upaya penyelamatan terus berlangsung, sementara negara ini berduka atas kerugian manusia dan materi yang besar akibat bencana alam ini. (Cici Jusnia)

 

Editor : Bahana.
#warga #gempa #radar jogja #korban #pemerintah #maroko