Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gumregah Merti Uwuh, Kumpulkan 110,6 Kg Sampah di Malioboro

Annissa Alfi Karin • Rabu, 6 September 2023 | 13:02 WIB
Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

RADAR JOGJA - Teras Malioboro (TM) 1 tampak meriah Selasa (5/9/23). Para pedagang bersama pengunjung Malioboro antusias mengikuti gelaran Gumregah Merti Uwuh Malioboro dengan mengusung tema Malioboro Resik Rejekine Apik. Pada kegiatan ini, pedagang dan pengunjung diajak untuk lomba mengumpulkan sampah. Pengumpul terbanyak mendapatkan uang tunai.


Ketua Narasumber Pelatihan Tenan TM 1 Fabian Pamor Putranto menyebut, total sampah yang berhasil dikumpulkan oleh pedagang dan pengunjung 110,6 kg. Dia menambahkan, gelaran ini rutin dilakukan oleh internal TM 1.
Tujuan acara ini tidak hanya bersih-bersih, tapi menjadi media Teras Malioboro untuk show off keluar. "Bahwa kita di sini juga punya keluarga yang solid, guyub, serta membangun kebersamaan antarpedagang, pengurus, dan Pemkot Jogja," ujarnya saat ditemui di TM 1.


Fabian menyebut, meskipun sampah di kawasan Malioboro selalu diangkut setiap harinya, tak lantas menjadikan kawasan ikonik Kota Jogja ini bersih seutuhnya. Bahkan, sampah yang berhasil dikumpulkan pedagang dan pengunjung kemarin merupakan sampah-sampah tersembunyi yang tidak terlihat.


Menurutnya, sampah terbanyak yang ditemui adalah sampah puntung rokok. Sampah yang berhasil dikumpulkan itu akan kembali diolah di TM 1. Sampah organik akan dijadikan pupuk untuk menyuburkan tanaman di sekitar TM 1, sementara sampah anorganik dimanfaatkan untuk dibuat kerajinan.


"Saya baru sadar ketika berangkat ke sini di jalan terlihat baik-baik saja dan bersih. Tapi ketika dikumpulkan, sampah-sampah yang tidak terpungut juga banyak sekali," tambahnya.


Menurut Fabian, para pedagang TM telah teredukasi dengan baik soal pengelolaan sampah. Fasilitas berupa tempat sampah juga telah memadai. Hampir di setiap sudut TM 1 telah ada bak-bak sampah yang terpisah. Selain para pedagang, dia juga mengajak wisatawan untuk turut serta menjaga kebersihan Malioboro.


Justru malah yang dimiriskan sampah yang dihasilkan kebanyakan dari pengunjung. Menurut dia, kalau di depan area Teras Malioboro sampai Nol Kilometer sedikit sampahnya. Justru yang banyak di sebelah Kantor Pos Besar. "Kesadaran wisatawan yang di sini (TM 1) sudah lumayan," katanya.
Salah seorang peserta lomba mengumpulkan sampah Agnes Fraksiyanti mengaku, dia bersama anggota kelompoknya berhasil mengumpulkan 52,3 kg sampah. Sampah terbanyak yang ditemui adalah berbahan plastik dan kaca.


Tercatat sebagai pemenang pertama Agnes dan kelompoknya yang berhasil membawa pulang uang Rp 500 ribu. Satu kelompoknya ada 60 personel paling banyak. Ada sembilan kantong plastik untuk mengumpulkan sampah. "Tadi mulai mengumpulkan sampah dari TM 1 sampai ke Alun-Alun Utara," katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIJ Srie Nurkyatsiwi dalam sambutannya mengaharapkan, acara ini dapat menjadi momentum memberikan edukasi sampah adalah tanggung jawab pribadi masing-masing orang. Sekaligus menjadi tanggung jawab sosial setiap individu di mana pun berada. "Terlebih lagi di Malioboro sebagai kawasan budaya dan penghidupan warga Kota Jogja," ungkapnya. 

 

Menurut dia, Teras Malioboro tidak lagi membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Piyungan. Karena terhitung sejak  Juni 2022 Teras Malioboro sudah menginisiasi Pengolahan Sampah sendiri. "Yang kita branding dengan nama Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik Tenant dan Masyarakat Teras Malioboro atau Pesona Teras," tuturnya. (isa/laz)

Editor : Satria Pradika
#teras malioboro #merti #Gumregah Merti Uwuh #Sampah #pedagang