RADAR JOGJA - Setelah ditutup 45 hari akibat volume sampah yang overload, TPST Piyungan bakal dibuka kembali besok (5/9). Dibukanya kembali ini, disambut gembira orang-orang yang selama ini menggantungkan hidupnya di TPST Piyungan.
FAHMI FAHRIZA, Bantul
Salah seorang pekerja Rahayu mengaku senang dengan kabar akan dibukanya lagi TPST Piyungan. Diakui, selama ada penyesuaian dan TPST Piyungan tutup, hal itu berdampak signifikan terhadap pendapatannya.
"Kerasa banget, jadi sepi. Jelas penghasilan juga ikut menurun," ungkapnya saat ditemui Radar Jogja di TPST Piyungan, Minggu (3/9/23).
Peridoe sebelum TPST Piyungan tutup, Rahayu mengaku dirinya bisa mengumpulkan sampah yang kemudian dipilah dan dijual mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per tiga minggu. Sementara saat kondisi TPST Piyungan tutup, ia hanya mendapatkan sekitar Rp 200 ribu.
"Saya jual sendiri, gak ikut pengepul di sini. Saya ke sini juga lebih singkat selama tutup," tambahnya.
Setiap hari, umumnya Rahayu bekerja di TPST Piyungan mulai pukul 10.00 hingga pukul 16.00. Namun saat kondisi tutup, ia hanya bekerja mulai pukul 13.00 hingga 15.00.
Baca Juga: TPST Piyungan Buka 5 September, Tetap dengan Kuota
Rahayu mengatakan, kondisi TPST Piyungan sendiri cenderung lebih sepi dibandingkan hari-hari sebelum dilakukan penutupan. Ada pengurangan yang terjadi, baik dari segi pekerja maupun truk pengangkut sampah. "Pokoknya sepi dan berkurang. Semoga benar segera dibuka nanti," harapnya.
Salah seorang warga sekitar TPST Piyungan yang juga menjadi pengepul berinsial N mengungkapkan, ada penurunan omzet yang didapatkan selama penutupan. "Omzet turun, tapi yang lebih kasian juga para pekerja di sini kan," ujarnya.
Dirinya juga berharap agar ada penyesuaian lebih ideal yang dilakukan di TPST Piyungan ke depannya. "Banyak orang menggantungkan hidupnya di sini. Kalau di tutup, ya jelas berdampak. Makin susah hidup kami," ujarnya. (laz)
Editor : Satria Pradika