RADAR JOGJA - Ilmu astronomi sampai saat ini terbilang masih jarang dipelajari. Namun ada salah satu komunitas di Jogjakarta yang cukup aktif mengedukasi hal tersebut. Yakni komunitas Astronomi Penjelajah Langit. Melalui komunitas ini, masyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa diajak untuk sadar tentang ilmu astronomi.
IWAN NURWANTO, Sleman
Terhitung sudah hampir 10 tahun Penjelajah Langit eksis. Komunitas ini dibentuk oleh Eko Hadi Gunawan pada 20 Juli 2013. Bermula dari berkumpulnya sekelompok orang yang menyukai kegiatan astronomi di sosial media Facebook. Lalu memutuskan untuk bertemu secara langsung.
Kepada Radar Jogja, salah seorang pengurus Penjelajah Langit, Meita Candra Sekar mengatakan, awalnya anggota komunitas hanya sekadar berbagi informasi tentang astronomi. Namun seiring waktu berjalan, komunitas ini semakin diminati banyak orang dan memutuskan untuk aktif berkegiatan.
Meita membeberkan, kegiatan yang dilakukan Penjelajah Langit juga beragam. Di antaranya Jogja Meneropong yang merupakan kegiatan meneropong fenomena astronomi. Seperti gerhana bulan dan matahari serta bentuk-bentuk bulan. Kegiatan itu dipusatkan oleh komunitas tersebut di Alun-Alun Selatan Jogja.
Selain kegiatan meneropong, lanjut Meita, komunitasnya juga memiliki kegiatan rutin berupa ekspedisi Penjelajah Langit. Bentuknya berupa kegiatan berkemah atau camping sambil mempelajari tentang ilmu-ilmu astronomi di alam bebas.
"Untuk saat ini anggota komunitas Penjelajah Langit sudah ada sekitar 170-an orang. Beberapa masih aktif berkegiatan dan di luar itu juga cukup banyak yang mengikuti kami di sosial media," ujar Meita Selasa (22/8/23).
Komunitas Penjelajah Langit juga tidak hanya sekadar sekumpulan orang saja. Namun juga punya misi kepada masyarakat luas untuk membawa, memperkenalkan, dan mensosialisasikan astronomi dalam lingkup lokal dan nasional. Itu dilakukan agar masyarakat bisa sadar tentang astronomi.
Menurut Meita, komunitas Penjelajah Langit juga berusaha memberikan edukasi tentang astronomi dari berbagai usia. Mulai anak-anak hingga orang dewasa. Selain melalui kegiatan secara langsung, komunitas ini juga aktif mengedukasi masyarakat melalui sosial media.
"Bentuk kegiatan kami di sosial media, antara lain, membuat konten-konten edukasi seputar astronomi. Misalnya di Instagram, TikTok, Thread, dan Youtube," terangnya. (laz)