RADAR JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta memprediksi kemarau tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu masyarakat diminta mulai melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan memanen air hujan.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono mengatakan, wilayah DIJ akan menghadapi musim kemarau hingga akhir bulan Oktober mendatang. Sementara untuk puncak musim kemaraunya diprediksi akan terjadi pada Agustus-September.
Dibandingkan tahun lalu, musim kemarau tahun ini memang lebih lama. Karena di tahun 2022 puncak musim kemarau di Jogjakarta terjadi pada Juli-Agustus dan di bulan September sudah mulai turun hujan.
Karena itu, pria yang akrab disapa Jojo itu pun meminta agar masyarakat mulai melakukan persiapan. Salah satunya dengan memanen air hujan apabila terjadi hujan. Khususnya di tengah-tengah musim kemarau seperti sekarang. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memanen hujan karena ada peluang, bisa dipanen atau ditampung untuk menghadapi kemarau yang masih panjang," ujarnya kepada Radar Jogja Minggu (20/8/23).
Menurutnya, di tengah-tengah musim kemarau seperti sekarang masih ada potensi untuk turun hujan dengan intensitas ringan di wilayah DIJ. Itu dapat terjadi karena adanya perlambatan massa udara (angin timuran) dan didukung topografi lokal berupa dataran dan pegunungan.
Kondisi tersebut, lanjut Jojo, dapat mendukung penumpukan massa udara yang membawa uap air dari wilayah laut. Suhu muka laut di selatan Jawa yang menghangat pun turut mendukung pasokan uap air di wilayah DIJ. "Kemudian adanya gelombang rossby ekuator di Lampung bagian barat dan Jawa Bagian barat, turut berperan membendung angin timuran sehingga uap air tertahan di wilayah DIJ," terang Jojo. (inu/laz)