Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPST Piyungan Tutup Berkah bagi TPS3R Go-Sari

Gregorius Bramantyo • Kamis, 17 Agustus 2023 | 14:00 WIB
TAMBAH NASABAH: TPS3R Go-Sari milik Kalurahan Guwosari di Kapanewon Pajangan Bantul mendapat berkah penambahan nasabah selama TPST Piyungan tutup.
TAMBAH NASABAH: TPS3R Go-Sari milik Kalurahan Guwosari di Kapanewon Pajangan Bantul mendapat berkah penambahan nasabah selama TPST Piyungan tutup.

RADAR JOGJA - Jika ada yang mendapatkan manfaat ditutupnya TPST Piyungan, Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle (TPS3R) Go-Sari salah satunya. TPS milik Kalurahan Guwosari di Kapanewon Pajangan Bantul ini mendapat banyak nasabah baru.

Kepala Unit Pengelolaan Sampah Go-Sari, Muhammad Nur Muntaha mengaku, mendapat beberapa nasabah baru usai TPST Piyungan ditutup sementara. Sebelumnya, para nasabah baru itu berlangganan dengan jasa angkut swasta. “Ketika bermasalah kemudian ingin dilayani oleh sini yang sudah bisa selesai sampahnya,” katanya saat ditemui, Rabu (16/8/23).

Saat ini, Go-Sari menampung sampah dari 400 KK di Kalurahan Guwosari. TPS Go-Sari per harinya rata-rata menerima satu ton sampah. Setelah TPST Piyungan tutup, ada sedikit peningkatan dari nasabah. Yakni sekitar 100 KK.

Sejak awal, Go-Sari menekankan pengelolaan sampah harus tuntas di tingkat kalurahan. Namun, Muntaha mengenang sejak awal berdiri, Go-Sari tak bisa serta merta langsung menuntaskan sampahnya sendiri. Dimulai dengan dua kali seminggu membuang sampah ke TPST Piyungan. Lalu dua minggu sekali dan sebulan sekali. “Lalu kami upayakan untuk tuntas sampai sama sekali tidak buang ke (TPST) Piyungan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, alur pengelolaan sampah di Go-Sari sendiri dimulai dengan penjemputan sampah ke warga. Targetnya pada pukul 10.30 harus sudah sampai di gudang. Pengangkutan sampah menggunakan dua motor gerobak. Dengan kapasitas yang bisa menampung 450 hingga 500 KK. Setelah masuk gudang, sampah kemudian dipilah ke dalam empat kelompok. Organik dua hari membusuk, organik sampah taman, rongsok, dan residu. 

Sampah organik dua hari membusuk dituntaskan dengan maggot. Sementara sampah organik taman disipakan untuk menjadi pupuk kompos. Hal itu mengingat mayoritas tanah di Guwosari gersang. Sedangkan untuk sampah rongsok akan dilakukan transaksi mengingat peminatnya yang masih cukup tinggi. 

Untuk sampah residu sendiri akan dipilah lagi. Karena mayoritas pampers, maka dipisahkan antara gel dengan plastiknya. Setelah dipisah, gel dijadikan satu sama sampah organik taman menjadi pupuk. “Yang plastik kami bakar dengan insinerator,” jelas Muntaha.

Ia menuturkan, pihaknya berupaya konsisten untuk mengelola sampah di wilayah Guwosari terlbih dulu. Meskipun ada sampah dari luar Guwosari yang masuk walau persentasenya kecil. Go-Sari sendiri menargetkan untuk menampung sampah dari 2.000 KK. Dari total 4.000 KK di Guwosari. Hal itu didukung dengan adanya hanggar dan peralatan baru. 

Muntaha mengatakan, sudah cukup berhasil dalam menerapkan zero waste management. Go-Sari dalam beberapa bulan terakhir sama sekali tak membuang sampah ke TPST Piyungan. Ia berharap ke depannya, hal tersebut bisa diduplikasi oleh kalurahan-kalurahan lain. “Terkait dengan kalurahan-kalurahan yang saat ini masih bermasalah dengan sampahnya,” tandasnya. (tyo/pra)

Editor : Satria Pradika
#TPS3R #pengelolaan sampah #TPST Piyungan