Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Jalur Horor padahal Lampu PJU Berjejer

Annissa Alfi Karin • Senin, 14 Agustus 2023 | 13:30 WIB

 

Ring Road Utara, Condongcatur, Depok, Sleman,
Ring Road Utara, Condongcatur, Depok, Sleman,

 

RADAR JOGJA - Masyarakat, khususnya para pengguna jalan di Jogjakarta, mengeluhkan gelapnya kawasan ring road pada malam hari, sehingga rawan terjadi kecelakaan dan tindak kejahatan. Lampu penerangan jalan umum (JPU) sebenarnya banyak berjejer di sepanjang jalan lingkar itu. Tapi, kenyataan banyak sekali yang tidak menyala normal. Redup bahkan mati, atau mungkin sengaja dimatikan oleh instansi berwenang. Siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab terhadap PJU di sepanjang ring road?

Salah seorang warga asal Sewon, Bantul, Immanuel Kristanto menyebut, banyaknya lampu PJU di ring road yang mati menjadikan rawan kecelakaan lalu lintas. Sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Hanya Ring Road Utara yang sedikit terang. Yang lainnya, Ring Road Barat, Ring Road Selatan dan Ring Road Timur, relatif gelap karena banyak PJU yang mati. Horor di malam hari.


Menurut Kris, selain laka lantas, banyaknya lampu yang mati juga bisa menyebabkan maraknya tindak kriminal jalanan. Seperti jambret, klithih, dan tempat untuk bentrokan geng anak-anak sekolah. "Ya, kalau banyak yang mati itu jelas berbahaya. Kalau malam kan juga ngeri kalau jalannya tidak gelap, tidak terlihat," ujarnya Minggu (13/8/23).


Ia mengatakan, jalur ring road adalah jalan yang banyak dilewati kendaraan bermotor. Bukan hanya masyarakat lokal saja, namun juga dilewati pengguna jalan dari luar Jogja.
"Kan itu jalur banyak dilewati orang. Nah, mungkin kalau waktu malam hari juga banyak yang mengantuk. Kalau lampunya mati, bisa sangat berbahaya bagi para pengguna jalan," jelasnya.
Menurut Kris, lampu-lampu yang padam itu harus segera diperbaiki oleh pemerintah. Sebab, kalau terus dibiarkan saja lama-lama pasti di daerah yang mati lampunya akan banyak kejadian serupa. "Itu harus segera ditangani. Kalau matinya, misalnya sengaja dipadamkan, ya memprihatinkan. Tak seharusnya begitu," tegasnya.


Walaupun sepele, peran lampu jalan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena jika lampu-lampu itu mati, para kendaraan yang melintas pasti bingung dan merasa tergesa-gesa saat melaluinya. "Tolong diperhatikan masalah fasilitas umum ini. Karena itu bisa menyangkut nyawa manusia," ucapnya.


Warga Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Sumrotin mengaku Ring Road Utara menjadi rute sehari-harinya menuju tempat kerja. Dia harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit dari rumah menuju kantor atau sebaliknya.
Dia menuturkan, sudah sejak lama beberapa lampu PJU mati di sepanjang Ring Road Barat hingga Ring Road Utara. Kerap kali dia menemui PJU mati mulai lampu merah Demak Ijo hingga lampu merah Pelem Gurih. Kondisi ini menjadikan ia tak berani pulang larut malam. "Kalau saya sendiri paling maksimal pukul 18.00," katanya Minggu (13/8/23).


Menurutnya selain gelap, Ring Road Barat juga cenderung sepi. Jika terpaksa harus pulang malam, ia memilih untuk melewati jalur kota. Meski terbilang lebih jauh, setidaknya dia merasa lebih aman karena jalan lebih terang dan lebih ramai. "Sebenarnya kekhawatiran lebih ke takut kalau ada orang jahat sih," katanya.


Sementara itu, seorang mahasiswa UMY Riza mengaku menjadi pengguna ring road dalam aktivitas sehari-harinya. Setiap hari dia selalu berkendara melewati Ring Road Selatan, Barat, ataupun Utara. Dia menyebut penerangan di ring road secara umum tidak terlalu terang.
Kondisi ini cukup menghambatnya saat harus melewati ring road. "Padahal jalur itu jalan yang dilalui masyarakat hampir 24 jam. Jadi penerangannya harus ditambah," katanya.


Sebagai antisipasi, Riza kerap kali memilih untuk melewati jalur cepat. Menurutnya, ini jauh lebih aman ketimbang dia harus melewati jalur lambat dalam kondisi gelap.
"Ketika saya mengambil jalur lambat atau jalur motor, drainase di beberapa titik terkadang tidak kelihatan. Sehingga membahayakan bagi pengendara motor. Belum lagi khawatir ada klithih dan kejahatan jalanan. Jadi saya mengantisipasi dengan mengambil jalur cepat. Padahal itu juga berbabahaya," ujarnya.


Dia berharap, pemerintah bisa segera menindaklanjuti matinya PJU di beberapa titik sepanjang ring road. Tak hanya bagi pemerintah, kecelakaan yang pernah terjadi di ring road juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pengendara untuk senantiasa berhati-hati.
"Iya kalau bisa lampu PJU itu segera diperbaiki atau ditambah. Kalau matinya sengaja dimatikan, ya jangan. Kebengetan itu. Jadi pengendara motor seperti saya ini merasa lebih aman jika harus melewati ring road pada malam hari," ungkapnya. (ayu/isa/laz)

Editor : Satria Pradika
#ring road #JPU #lampu pju