Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Main-Main ke Dusun Ngepet di Kawasan Pantai Samas Sanden Bantul

Khairul Ma'arif • Minggu, 13 Agustus 2023 | 18:25 WIB
UJUNG SELATAN: Seorang warga sedang melintas di depan gapura Pedukuhan Ngepet, lokasinya berada di ujung selatan Bantul, sudah berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
UJUNG SELATAN: Seorang warga sedang melintas di depan gapura Pedukuhan Ngepet, lokasinya berada di ujung selatan Bantul, sudah berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

RADAR JOGJA - Ada nama pedukuhan yang unik di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul. Namanya Pedukuhan Ngepet yang lokasinya di dekat Pantai Samas. Bahkan pantai tersebut juga menjadi bagian dari wilayah Dusun Ngepet.

Terlintas dari namanya akan kepikiran babi ngepet. Tetapi, pembacaannya tidak seperti yang disebutkan dalam babi ngepet. Dusun Ngepet lokasinya di Selatan Kabupaten Bantul dan jaraknya dekat dengan pantai selatan.

Mayoritas warga Dusun Ngepet memiliki pekerjaan sebagai nelayan dan petani. Lurah Srigading Prabawa Suganda mengungkapkan, Dusun Ngepet berbatasan dengan Samudera Hindia. "Sisi selatan merupakan Pantai Samas yang berpasir dan bagian utara merupakan pedusunan," katanya saat dihubungi Radar Jogja, Jumat (11/8/23).

Dia menambahkan jika wilayah Dusun Ngepet termasuk dalam kawasan peninggalan prasejarah yang disebut dengan Gunung Wingko. Situs Gunung Wingko dahulunya merupakan nama kelurahan (kring) yang mencakup empat dukuh. Di antaranya Dukuh Ngepet, Dukuh Tegalrejo-Tegalsari, Dukuh Soge Sanden, dan Dukuh Baran Cetan.

Sekarang, Gunung Wingko digunakan penyebutan nama satu di antara bukit (gumuk) pasir. Bukit itu membentang bukit barat-timur dan dipisahkan oleh jalan raya menuju Pantai Samas. Bagian barat jalan bukit pasir termasuk wilayah Dukuh Ngepet, sedangkan bagian timur jalan termasuk wilayah Dukuh Tegalrejo, Srigading.

Pernah dilakukan penelitian arkeologi di kawasan bukit ini. Dari situ ditemukan sejumlah artefak berupa tulang manusia, tulang hewan, benda logam, bandul jala, keramik, benda dan fragmen gerabah yang dalam bahasa Jawa dinamakan wingko. Atas dasar itu lah gundukan pasir ini oleh masyarakat dinamakan Gunung Wingko. "Istilah Gunung Wingko berasal dari kata Gunung yang berarti tempat yang tinggi dan Wingko yang berarti kreweng (sesuatu yang terbuat dari tanah liat)," tambah Prabawa.

Gunung Wingko merupakan peninggalan masa Proto Histori. Prabawa mengatakan, dari penuturan sesepuh Ngepet tidak ada yang tau asal mula nama itu disematkan untuk pedukuhan. Menurutnya, Dusun Ngepet sudah ada sejak lama dan penamaannya selalu sama seperti itu terus.

Sementara itu, untuk kondisi Gunung Wingko sendiri sudah tidak nampak wujudnya. Hal itu tidak lain karena sudah padatnya permukiman penduduk utamanya di Dusun Ngepet. Kondisi itu mengakibatkan warga pribumi sana pun juga tidak mengetahui lokasi Gunung Wingko dan sejarah yang terkandung di dalamnya. "Saat ini Situs Gunung Wingko sudah menjadi Cagar Budaya berdasarkan Keputusan Bupati Bantul Nomor 527 Tahun 2019," ucap Prabawa. (cr3/pra)

Editor : Satria Pradika
#Dusun Ngepet #Pantai Samas #Bantul