Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

2025, Malioboro Bakal Full Pedestrian

Guntur Aga Tirtana • Senin, 7 Agustus 2023 | 14:00 WIB

 

Pemprov DIJ akan mewujudkan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian atau khusus pejalan kaki pada 2025 mendatang
Pemprov DIJ akan mewujudkan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian atau khusus pejalan kaki pada 2025 mendatang


RADAR JOGJA - Pemprov DIJ akan mewujudkan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian atau khusus pejalan kaki pada 2025 mendatang. Konsekuensinya, kendaraan bermotor akan dilarang melintas. 


Sekprov DIJ Beny Suharsono mengatakan, perwujudan Malioboro kawasan pedestrian penuh juga menjadi upaya penataan sumbu filosofi serta pengurangan emisi karbon di kawasan premium Kota Jogja. "Kami memang sedang merancang Malioboro jadi sumbu filosofi yang diakui dunia," katanya.


Beny menjelaskan, meski sudah ada rencana tersebut, untuk mewujudkan kebijakan itu masih memerlukan proses panjang. Terlebih, pemprov hingga kini belum menemukan solusi bagi pelaku usaha di Malioboro jika ada larangan kendaraan bermotor. Utamanya berkaitan untuk loading in dan out barang dagangannya. 
"Kalau pedestrian murni masih sulit. Misalnya terkait hal loading, kan toko harus bergerak, memerlukan in out barang kan belum mungkin. Kecuali kita sepakat ya yang loading di Malioboro pakai kendaraan listrik," ujarnya. 


Sementara upaya perwujudan zona rendah emisi Malioboro sudah dilakukan dengan berbagai cara. Meliputi penetapan kawasan tanpa rokok (KTR) dan pemberlakuan jam bebas kendaraan bermotor pukul 18.00-21.00 tiap harinya. 


Demikian pula untuk mendukung full pedestrian maupun zona rendah emisi, pemakaian becak motor di kawasan sumbu filosofi juga akan dibatasi dan dikonversi menjadi becak dengan tenaga alternatif. Armada bus Trans Jogja berbahan bakar diesel, rencananya juga akan dikonversi menjadi bus listrik. Khususnya armada yang melintasi Malioboro. 


Meski demikian, hal ini belum bisa direalisasi lantaran harga kendaraan listrik yang masih tergolong mahal serta belum tersedianya fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU). "Pemprov mencontohkan sudah punya bus listrik, makanya kita sudah mengusulkan beberapa titik untuk jadi pengisian bahan bakar listriknya. Itu kan masih disurvei terus, tempatnya di sana karena itu kan pelayanan publik," jelasnya. 


Sementara Plt Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sumariyoto mengatakan, Dishub DIJ akan memproduksi sebanyak 38 unit becak listrik di 2023 ini. Konversi becak motor maupun kayuh menjadi listrik akan dilakukan secara bertahap dengan sasaran 800 pengemudi becak. Sebelumnya juga akan dibentuk kelembagaan yang menaungi para pembecak di sumbu filosofi dalam bentuk koperasi. 


Pemprov DIJ juga telah merencanakan adanya angkutan bus listrik untuk melayani penumpang menuju kawasan Malioboro. Harapannya bus listrik dapat beroperasi pada 2024 atau 2025. 


"Desain awal kita butuh enam unit, nanti menghubungkan antara di Kridosono, di Ngabean. Kridosono-Malioboro-Ngabean. Jadi hanya melayani di situ saja. Harga sekitar Rp 3,25 miliar per unit bus listrik," tambahnya. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#pejalan kaki #pedestrian #Malioboro