Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bagus Handoko, Lebih 30 Tahun Bergulat dengan Dunia Fotografi

Fahmi Fahriza • Selasa, 1 Agustus 2023 | 18:40 WIB

 

BERHARAP DITERUSKAN ANAKNYA: Bagus Handoko menekuni dunia fotografi sejak tahun 1992 saat masih berstatus mahasiswa. Foto kiri, salah satu karya fotonya.
BERHARAP DITERUSKAN ANAKNYA: Bagus Handoko menekuni dunia fotografi sejak tahun 1992 saat masih berstatus mahasiswa. Foto kiri, salah satu karya fotonya.

RADAR JOGJA - Dunia fotografi sudah melekat pada diri Bagus Handoko. Fotografer asal Kotagede, Jogja, ini sering memenangi lomba atau beragam kompetisi foto internasional. Tapi, aksi memotret saat di Kashmir, India, yang jadi momentum tak bisa dilupakannya hingga kini.

Bagus kali pertama belajar fotografi saat masih berstatus mahasiswa, sekitar tahun 1992. Kecintaannya pada fotografi datang karena lingkungan pertemanannya yang banyak didominasi mahasiswa dari ISI Jogjakarta. Padahal ia sendiri justru memiliki latar belakang pendidikan administrasi negara.


"Dulu belajar sama anak-anak ISI, karena sering bertemu dan main bareng saat kuliah. Eh, ternyata keterusan sampai hari ini," jelas Bagus kepada Radar Jogja Senin (31/7/23).


Bukti keseriusan Bagus di dunia fotografi sendiri dibuktikan dengan membuka sebuah studio foto sejak 2007 yang masih berdiri hingga sekarang. Selain itu dirinya didapuk sebagai influencer di Fujifilm sejak 2017.


Untuk influencer sendiri yakni bertugas memberikan workshop kepada para peserta serta kewajiban utamanya mengirim foto-foto ke Fujifilm Indonesia dan mempromosikannya. "Untuk workshop sudah di berbagai kota. Pesertanya beragam, mulai mahasiswa hingga fotografer pemula," lontarnya.


Bagus juga tergabung dalam komunitas Federation Internationale de L'Art Photographique (FIAP) yang beranggotakan federasi fotografi nasional dari berbagai negara. Headquarter FIAP sendiri saat ini ada di Belgia dan sampai kini lebih dari 90 negara dari lima benua telah bergabung.


Lewat FIAP, Bagus telah mendapatkan berbagai penghargaan fotografi internasional beberapa kali. "Pernah dapat silver, bronze di beberapa kompetisi internasional. Jumlahnya lebih dari lima kompetisi seperti di India dan Austria," sebutnya.
Karena fotografi itu pula Bagus pernah mendapatkan pengalaman yang hingga kini masih diingatnya. Salah satunya ketika dirinya ditodong dengan senjata api saat sedang memotret di Khasmir, India.


Hal itu terjadi pada tahun 2018 silam, saat Khasmir sedang dalam kondisi siaga menyusul terjadinya perang. "Saya pernah ditodong itu benar-benar diarahkan ke mulut saya senjata apinya. Saya dikira jurnalis saat itu. Padahal cuma foto biasa," paparnya.


Selain bergelut di dunia fotografi, Bagus juga melebarkan sayap ke dunia bisnis dengan membuka sebuah rumah makan di Kotagede, Jogja. Rumah makan itu sudah dijalankannya selama tiga tahun terakhir.


Bagus berharap, fotografi yang telah digelutinya lebih dari 30 tahun dapat dilanjutkan anaknya. Meskipun dirinya juga tidak memaksakan sang buah hati harus mengikuti jejaknya sebagai fotografer. "Anak sudah mulai ada yang belajar. Tapi saya tidak memaksakan dan hanya mengarahkan saja sesuai keinginannya," tambahnya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#ISI Jogjakarta #Fotografer #kotagede