RADAR JOGJA - Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Jogja menggelar pelatihan membatik dengan metode batik suntak Kamis (27/7/23). Pelatihan difokuskan untuk para guru dengan tujuan untuk peningkatan kompetensi.
"Setelah para guru mendapatkan ilmu tentang batik suntak ini, mereka akan melatihkannya kepada siswa. Tapi, ini kami juga melibatkan para siswa," ujar Kepala Sekolah SLBN 2 Jogja Dyah Sulistyawati.
Dyah mengaku memilih metode batik suntak karena anak-anak tunagrahita merasa kesulitan saat membatik memakai canting. "Jadi malam itu disuntak (dituangkan) pakai cangkir. Anak-anak tunagrahita bisa mengerjakan," ungkapnya.
Dikatakan, metode batik suntak ini akan dijadikan ciri khas dari SLBN 2 Jogja. Batik suntak juga baru kali pertama dilakukan.
Guru membatik Agung Sulistyo mengaku, batik suntak ini adalah kreasi SLBN 2 Jogja. Ke depan ketika hasil kreasi ini sudah matang atau jadi, akan dapat dipasarkan oleh para peserta didik.
Seorang siswa Ahmad Rafi Widodo merasa senang adanya pelatihan batik suntak ini. Sebab, ia bisa bebas berekspresi dengan batik yang dibuat. "Sangat senang karena bisa langsung membuat batik karya sendiri," tandas siswa kelas 9 ini. (ayu/laz)
Editor : Satria Pradika