Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengunjungi Hidden Gems Tankaman Natural Park di Kaliurang Timur

Gregorius Bramantyo • Minggu, 23 Juli 2023 | 18:00 WIB

 

SUASANA SEJUK: Wisatawan menikmati suasana sejuk dan menenangkan di Tankaman Natural Park, yang hanya berjarak enam kilometer dari puncak Gunung Merapi.
SUASANA SEJUK: Wisatawan menikmati suasana sejuk dan menenangkan di Tankaman Natural Park, yang hanya berjarak enam kilometer dari puncak Gunung Merapi.

RADAR JOGJA - Tankaman Natural Park adalah salah satu destinasi wisata alam yang berada di Padukuhan Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Destinasi ini menyajikan lanskap Gunung Merapi yang gagah. Tak hanya itu, tempatnya yang rimbun membuat lokasi ini cukup sejuk dan menenangkan. 

Meski termasuk hidden gems, lokasinya sendiri tidak jauh dari ikon Kaliurang, Tugu Udang. Hanya sekitar 800 meter saja ke arah timur. Untuk menuju ke destinasi ini, hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor atau sepeda. Jika menggunakan mobil, maka harus memutar ke arah Tlogo Putri. 

Tankaman yang berjarak enam kilometer dari puncak Merapi bisa menjadi pilihan lokasi untuk sejenak menepi dari hingar bingar kota. Saat pagi dan cuaca cerah, pengunjung bisa memandang Gunung Merapi yang diapit dua perbukitan, yaitu Bukit Kendil dan Bukit Plawangan. Di sisi timur, pengunjung juga bisa melihat Jembatan Plunyon yang ikonik. Jembatan yang sempat viral dan ramai dikunjungi karena digunakan untuk lokasi shooting film KKN di Desa Penari.

Dulunya lokasi destinasi wisata ini adalah hutan yang merupakan tanah kas desa. Tanahnya biasa ditanami pohon sengon dan mahoni oleh warga. Mereka juga mencari pakan ternak di lokasi ini. Kemudian pemuda desa setempat berinisiatif untuk mengelola tanah ini dengan konsep wisata agar produktif. “Agustus 2021 mulai dibabat alasnya, lalu mulai dibuka untuk umum Januari 2022,” jelas Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tankaman, Fahrizal Yuwana Khoirul Huda, Kamis (20/7/23).

Nama Tankaman sendiri merupakan singkatan dari Wetan Pemakaman. Karena memang lokasinya berada di lahan sebelah timur pemakaman desa setempat. Penamaan Tankaman sebagai nama lokasi destinasi dipilih karena nama itu berasal dari para sesepuh di desa. Para orang-orang tua, terutama di Jawa, sering menyingkat sesuatu menjadi suatu kata baru. 

Huda menjelaskan, awalnya pengelola sempat bingung bagaimana membranding destinasi ini. Kemudian nama Tankaman dipakai karena sudah melekat dengan penduduk setempat. “Nguri-uri apa yang sudah ditanamkan sama simbah-simbah. Meski namanya terkesan agak seram,” katanya.

Awal dibuka, belum terdapat warung di Tankaman Natural Park. Hanya menawarkan camping ground dengan listrik yang masih terbatas. Saat ini sudah dialiri listrik dan tersedia warung. Selain itu, luas lahan juga semakin berkembang. Dulunya hanya seperempat hektar. Saat ini sudah hampir satu setengah hektar. 
 
Perbedaan juga terasa dari sisi kunjungan. Awalnya hanya ramai saat akhir pekan. Ketika weekday pun paling banyak hanya dikunjungi 10 hingga 20 orang. “Sekarang kalau weekday bisa sampai seratus orang per hari. Kalau weekend bisa empat sampai lima kali lipatnya,” ungkap Huda.

Pengunjung pun tak perlu merogoh kocek dalam untuk masuk ke Tankaman Natural Park. Hanya perlu membayar parkir dan biaya retribusi seikhlasnya di bagian pintu masuk. Berbeda jika pengunjung ingin mencoba wahana-wahana lain yang disediakan seperti camping dan glamour camping atau glamping. 


Biaya berkemah dibanderol mulai dari Rp 25 ribu per malam. Namun itu hanya untuk sewa lahan untuk camping. Untuk listrik dan air bisa ke pendopo atau gazebo. Juga belum termasuk dengan peralatan yang memiliki biayanya sendiri. Sementara untuk glamping saat ini dibanderol Rp 200 ribu untuk dua orang. Biaya itu sudah termasuk dengan fasilitas kamar mandi dalam, welcome drink, dan breakfast.  Tankaman Natural Park libur setiap hari Selasa. Selain itu destinasi ini tak buka 24 jam, hanya dari pukul 08.00 hingga 16.00. (tyo/pra)

Editor : Satria Pradika
#pokmas #Tankaman Natural Park #destinasi #KKN #kaliurang