RADAR JOGJA - Jasa grafir pada zaman dahulu banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menandai alat makan seperti sendok, garpu hingga piring. Seiring berjalannya waktu dan semakin majunya teknologi, grafir sendok perlahan ditinggalkan.
Dosen Kriya Logam Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta Febrian Wisnu Adi menerangkan, grafir adalah suatu bentuk kegiatan mengukir pada permukaan benda yang mempunyai sifat keras maupun lunak dengan menggunakan acuan desain dan pola yang sudah dirancang. Barang yang digrafir bisa berupa bentuk dekorasi yang diterapkan pada permukaan benda seperti logam, kayu, kain, kulit dan lain sebagainya.
Kemudian mengerucut tentang teknik grafir pada sendok. Ia menjelaskan, itu merupakan seni mengukir pada permukaan sendok. Serta memiliki tujuan untuk menciptakan gambar, tulisan, ornamen terkadang juga dipahatkan simbol atau suatu kode rahasia.
Teknik grafir sendok ini sudah digunakan oleh orang-orang Yunani dan Romawi berabad-abad tahun lalu. "Dan menjadi salah satu bagian dari sejarah kemajuan dalam bidang kerajinan karya seni logam pada saat itu," ujar Wisnu kepada Radar Jogja, Jumat (14/7/23).
Grafir sendok, lanjutnya, mengalami kemajuan dan penyebaran keseluruh dunia hingga puncaknya pada era 80 hingga 90-an. Teknik grafir pada era itu masih menggunakan teknik konvensional dengan cara memahatkan pahat dengan berbagai bentuk leter atau huruf yang bertuliskan nama. Serta terkadang menjadi simbol dari kepemilikan oleh seseorang.
Cara membentuk simbol atau huruf itu dilakukan dengan cara menggores pahat pada permukaan sendok logam. Namun ada juga teknik grafir yang menggunakan mesin manual mirip dengan alat tatto dengan dibantu seorang seniman grafir.
Pada era tahun 2000-an, muncul alat-alat modern seperti CNC (Computer Numerical Control). Yakni laser yang dapat menunjang dalam berkarya seni grafir dalam pembuatan ornamen. Dengan cara itu nama ataupun tulisan pada sendok dapat diprogram menggunakan komputer sesuai dengan keinginan.
Hal itu juga membuat sendok mengalami inovasi bentuk mengikuti dari kebutuhan. Sehingga muncullah berbagai macam-macam bentuk sendok, lengkap dengan hiasan.
"Finishing sendok pada saat ini sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Sehingga cara-cara konvensional grafir sendok tergerus oleh zaman dan hilang dengan sendirinya. Ya, dilindas oleh perkembangan zaman dan teknologi," tandasn Wisnu. (inu/laz)