RADAR JOGJA - Penjual Kopi Gendjot Arif Nur Aziz, 20, yang berjualan di Alun-Alun Kidul Jogja setiap harinya mampu meraih omzet hingga Rp 500 ribu. Namun saat weekend dan hari libur, penghasilan yang diperolehnya mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu per hari.
Kopi yang dia jual, bukanlah kopi saset. Melainkan jenis kopi arabika. Diakuinya, harga yang ditawarkan lebih mahal. Mulai Rp 13 ribu hingga Rp 30 ribu. Selain itu, bahan yang digunakan adalah sekali pakai. “Seperti gelas (plastik, Red),” ujarnya Jumat (7/7/23).
Arif mengaku, baru belajar membuat kopi sejak tahun lalu. Berawal dari ajakan seorang teman untuk berjualan kopi di cafe wilayah Gunungkidul. Namun lambat laun, dia memilih untuk keluar dan merintis usahanya sendiri. "Ini sudah tiga bulan ini. Dan saya rasa saya sangat pas untuk berjualan kopi. Sebab sejak awal saya suka membuat kopi," bebernya.
Menurut Arif penikmat dari kopi keliling ini bisa dari seluruh kalangan. Berbeda dengan warung kopi rumahan. "Kalau warung kopi rumahan itu biasanya penikmanya anak-anak muda. Tapi kalau di lapangan begini semua kalangan bisa menikmati," tegasnya. (cr2/eno)
Editor : Satria Pradika