RADAR JOGJA - Mita Qurnia, 25, perempuan asal Jetis, Bantul yang bekerja sebagai Polwan berpangkat Briptu dan dinas di Polres Bantul sebagai Bamin Subbagwatpers Bag SDM Polres Bantul. Kini dia tengah menikmati profesinya sebagai polisi sekaligus ibu rumah tangga.
Wanita lulusan bintara Polri 2018 mengaku sejak awal telah mempunyai prinsip sejak awal untuk menjadi seorang Polwan.
"Waktu itu saya berpikir pengen bekerja untuk kuliah dan bukan kuliah untuk kerja," ujarnya Jumat (30/6/23).
Mita menceritakan sejak SMA ia bercita-cita untuk menjadi wanita angkatan udara (Wara). "Tapi waktu itu mata saya minus, dan semakin pupus saya untuk mendaftar menjadi Wara," katanya.
Dan ketika Mita memasuki kelas dua SMA ada informasi tentang penerimaan polisi wanita. " Jadi di polsek-polsek kekurangan Polwan reskrim untuk menangani kasus perlindungan perempuan dan anak atau PPA. Sehingga penerimaan 7.000 Polwan dikhususkan untuk menangani kasus tersebut," katanya.
Setelah itu, minat Mita sebagai abdi negara semakin meningkat lagi. Dia pun memilih operasi mata lalu mendaftar. Sempat gagal, Mita tetap mendaftar lagi hingga akhirnya lolos. Latihan fisik setahun penuh juga dilakoninya. Usahanya membuahkan hasil. Saat penerimaan, Mita mendapat nilai tertinggi.
Mita memilih menjadi Polwan saat image polisi negatif. Dia hanya ingin membuktikan, polisi tidak selalu negatif. "Karena sebelum saya menjadi polisi, di mata saya polisi sangat bermanfaat atas kehadirannya di tengah-tengah masyarakat. Seperti halnya patroli, pengamanan kegiatan masyarakat, maupun pelayan masyarakat di kantor polisi," bebernya.
Sebagai ibu rumah tangga yang mempunyai anak satu, Mita menjelaskan selain kesibukannya mengurus keluarga dan anak di rumah. Dia juga ikut aktif berpartisipasi di masyarakat. "Kan kalau di kantor saya juga melayani anggota yang lain. Di rumah pun demikian saya harus melayani keluarga saya. Terlebih waktu di masyarakat saya juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, seperti ikut gotong royong, ikut bakti sosial dan masih banyak lagi. Hal itu juga saya lakukan demi citra saya dan citra polisi itu tetap terkesan baik di masyarakat," beber Mita.
Mita juga mendekati masyarakat dengan cara yang humanis. "Seperti salam sapa dan senyum. Sehingga masyarakat merasa puas atas pelayanan maupun informasih yang telah saya sebagai Polwan berikan," ungkapnya.
Hal itu dilakukan agar ke depan bhayangkara tetap dicintai dan dipercaya oleh masyarakat. "Ke depan saya berharap agar polri semakin tangguh, kuat, dan hebat untuk Indonesia," ucapnya. (cr2/eno)