Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tugas Polwan Tak Selalu Tangkap Penjahat

Khairul Ma'arif • Sabtu, 1 Juli 2023 | 14:00 WIB
Aipda Suprapti. Sudah 20 tahun menjadi polisi
Aipda Suprapti. Sudah 20 tahun menjadi polisi

RADAR JOGJA - Polisi wanita (Polwan) merupakan pekerjaan menantang untuk kaum hawa. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak perempuan yang menjadi Polwan karena kesetaraan gender mulai meningkat. Menjadi Polwan tidak selalu berurusan dengan menangkap penjahat. Sekalipun saat berdinas pada satuan reserse kriminal (Satreskrim).

Misalnya saja yang dilakoni Aipda Suprapti. Sudah 20 tahun menjadi polisi, dan selama itu selalu berada di Satreskrim. Padahal, dia mengaku menjadi polisi bukanlah keinginannya sendiri. Namun karena dorongan orang tuanya.

Meski sebagai seorang perempuan, Suprapti tidak pernah gentar masuk ke satuan yang tugasnya membekuk pelaku kejahatan. Perempuan yang sekarang berdinas di Unit PPA Satreskrim Polresta Sleman mengaku tidak ingin mamakai seragam saat bertugas. "Jadi saya mintanya di Reskrim," katanya kepada Radar Jogja Jumat (30/6/23).

Setelah itu, Suprapti mengemban tugas sebagai anggota di Unit PPA Polresta Sleman hingga sekarang. Menangani perkara yang berkaitan dengan perempuan dan anak, ibu anak satu ini mengaku, harus mengedepankan empati dan simpati saat bertugas. Apalagi jika harus menangani korban yang masih anak-anak.

Diakui Suprapti, banyak suka duka yang dialaminya selama bertugas sebagai Polwan. "Dukanya ya sering menelantarkan keluarga yang jelas," ucapnya sambil tertawa.

Kondisi itu karena di reskrim sering lembur dalam bertugas. Apalagi saat ini, laporan polisi bisa dilakukan setiap waktu. Bahkan dia harus siap berangkat saat ada panggilan tugas di waktu pagi, siang ataupun malam hari.

Meski demikian, dia senang bertemu dengan banyak orang saat bertugas. Membuatnya memiliki segudang kisah dan pengalaman yang berbeda setiap harinya. Dia pun berpesan kepada para Srikandi muda yang ingin jadi Polwan untuk tidak perlu takut ataupun khawatir. "Enggak sulit, selama kita belajar pasti akan bisa," tegasnya.

Polwan lainnya yakni Aiptu Bisusanti yang menjadi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kadipaten, Kraton. Awal karirnya diawali di Timor Leste yang saat itu masih menjadi bagian dari Indonesia.

Perempuan yang biasa disapa Susanti ini menghabiskan waktu enam bulan di Timor Leste sebelum akhirnya pindah ke Polda DIJ. Kepindahannya kala itu karena Timor Leste sudah memisahkan dari Indonesia menjadi negara merdeka baru. Ketika itu dia dibebaskan untuk memilih tempat kepindahan dinasnya. "Karena dulu pernah punya memori di Jogja makanya saya minta (mutasi, Red) ke Jogja," tuturnya. (cr3/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#Kriminal #Satreskrim #Polresta Sleman #polwan