Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rela Berdesakan agar Dapat Ubarampe Gunungan

Rizky Wahyu • Jumat, 30 Juni 2023 | 15:09 WIB
BEREBUT UBARAMPE: Warga berebut gunungan saat Garebeg Besar di halaman Masjid Gedhe Kauman, Jogja, Kamis (29/6/23)
BEREBUT UBARAMPE: Warga berebut gunungan saat Garebeg Besar di halaman Masjid Gedhe Kauman, Jogja, Kamis (29/6/23)

RADAR JOGJA - Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar hajat dalem Garebeg Besar Kamis (29/6/23). Garebeg Besar berupa keluarnya gunungan untuk diperebutkan ke masyarakat umum itu dimulai dari keraton menuju halaman Masjid Gedhe Kauman.

Garebeg Besar dalam rangka Idul Adha 1444 H atau Tahun Ehe 1956 ini diawali dengan iring-iringan 10 bregada prajurit keraton yang mengawal tujuh gunungan. Ke-10 bregada itu yakni Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Bugis, dan Surakarsa.

Bregada Bugis mengawal gunungan hingga Kepatihan, sementara gunungan
untuk Pura Pakualaman dikawal prajurit Pura Pakualaman yakni Dragunder dan Plangkir. Ada lima gunungan yang dibagikan yakni Gunungan Kakung, Gunungan Estri atau Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat, dan Gunungan Pawuhan.


Gunungan itu dikeluarkan secara berurutan dari Keraton. Tiga Gunungan Kakung diaraj menuju halaman Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kepatihan. Sementara yang lainnya ikut diperebutkan di halaman Masjid Gedhe, bersama satu Gunungan Kakung. Gunungan berisikan hasil bumi berupa sayuran dan buah buahan seperti umbi umbian, kacang panjang, cabai merah, jambu, duku, salak, dan lain sebagainnya.


Tak hanya itu, ada pula ketan, kue bendul, wajik, dan telur asin. Upacara Garebeg Besar ini menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya warga Jogja dan sekitarnya,
tapi juga wisatawan dari luar DIJ yang kebetulan sedang berlibur di Jogja. Menurut pantauan Radar Jogja, sejak pukul 09.00 para abdi dalem dan pengulon sudah bersiap di lingkungan Masjid Gedhe. Mereka membersihkan dan menyirami pelataran masjid serta mempersiapkan tali rafia untuk pembatas penonton,
agar upacara garebeg bisa terlaksana dengan aman dan nyaman.


Pada saat itu ratusan warga sudah mulai berdatangan dan memenuhi halaman depan Masjid Gedhe. Pada pukul 10.30, iringiringan prajurit sudah keluar dari Keraton Jogja. Di waktu bersamaan, masyarakat ikut memasuki dan memenuhi
halaman di sisi kanan dan kiri depan masjid. Penghageng Kawedanan Keprajuritan KPH Notone goro mengatakan, gunungan merupakan perwujudan kemakmuran Keraton atau pemberian dari raja kepada rakyatnya. ”Jadi makna Garebeg Besar adalah perwujudan rasa syukur akan datangnya Idul Adha dengan memberikan rezeki kepada masyarakat melalui ubaram pe gunungan,” jelasnya.


Salah seorang wisatawan dari Tiongkok Shire mengaku datang ke Jogjakarta dalam rangka liburan. Dan di sela sela liburannya itu ia mendengar akan ada acara garebeg. Ialu ia sempatkan datang untuk menyaksikannya. ”Ini pengalaman pertama saya. Senang saya bisa menyaksikan upacara ini. Banyak masyarakat yang an tusias ternyata. Ini sungguh luar biasa dan sangat membahagiakan,” katanya.


Wisatawan lain Sapto Raharjo asal Jakarta mengaku setiap tahun datang Jogja demi melihat upacara gunungan itu. Menurutnya dalam upacara itu banyak warga yang mengapresiasi, karena upacara itu bagian dari budaya kita. ”Ini budaya kita yang layak untuk dilestarikan,” ungkapnya.


Sementara warga Bantul Eliana (21) mengaku datang sendiri untuk ikut rayahan gunungan pada Garebeg Besar ini. Ia mengaku hadir dalam upacara itu untuk pembuktian kepada orang tuanya jika bisa mendapatkan ubarampe dengan usaha nya sendiri. ”Biasanya saya hanya ikut orang tua di jalan. Terus karena sekarang bisa pakai motor sendiri, saya ke sini langsung. Saya ikut rayahan untuk melestarikan kebudayaan Jogja. Ini saya dapat beberapa ketan, mau saya bawa pulang dan kasih tahu orang tua kalau dapat ini, karena tidak semua
bisa dapat ini,” ujarnya. (cr2/laz)

Editor : Satria Pradika
#kraton #masjid gede kauman #gunungan #prajurit #garebeg #Jogja