RADAR JOGJA - Galuh Putri Satyarini tidak hanya cantik dan berbakat saja. Namun perempuan asal Kapanewon Sanden, Bantul ini juga punya segudang prestasi di bidang seni. Ia merupakan Diajeng Bantul tahun 2019 dan Diajeng Berbakat DIJ 2021. Ia juga telah mengenalkan kesenian ketoprak hingga Negeri Sakura.
Galuh sapaan akrabnya mengatakan, memang sudah cukup lama menggeluti kesenian tradisional ketoprak. Bakat mementaskan berbagai tokoh dalam sandiwara Jawa itu diturunkan dari ibunya yang juga merupakan seorang senior dalam bidang kesenian tersebut.
Gadis kelahiran 23 Juni 1996 itu juga tidak hanya menggeluti peran saja. Namun juga berkutat dalam bidang penulisan naskah ketoprak. Ia pun tak jarang menyabet berbagai prestasi nasional hingga internasional pada bidang kesenian tersebut.
Selama menekuni kesenian ketoprak, ia juga merasa bangga dengan dirinya sendiri. Karena belum lama ini sudah mengenalkan ketoprak hingga ke negeri sakura. Melalui pementasan ketoprak berjudul Sekar Pembayun dalam acara Asiatri Spring Season 2023 yang digelar di kota Tokyo, Jepang.
"Secara pribadi, pergi ke Jepang mementaskan ketoprak dan tokoh utama dalam pentas merupakan prestasi yang paling membanggakan bagi saya," ujar Galuh kepada Radar Jogja, Jumat (23/6).
Di samping sibuk menekuni seni tari tradisi, Galuh juga terpilih sebagai Diajeng Bantul tahun 2019 dan Diajeng Berbakat DIJ tahun 2021. Menjadi seorang duta pariwisata tentu membuat Galuh memiliki segudang manfaat. Ia kerap mendapat pelatihan dalam bidang public speaking. Serta tak jarang diberikan job untuk mengisi acara-acara pemerintahan.
Di samping itu, lanjut Galuh, dengan predikatnya sebagai diajeng, ia juga bisa membantu para masyarakat pelaku wisata untuk mempromosikan destinasinya. Bahkan juga kerap menjadi penyambung lidah antara masyarakat dengan pemerintah apabila para pelaku wisata mempunyai keluhan.
Sebagai duta pariwisata, Galuh juga memiliki misi khusus untuk mengenalkan kesenian dari daerah asalnya. Namun menurutnya pendidikan adalah hal utama. Sehingga dalam menjalani berbagai kesibukannya tersebut, ia tetap memprioritaskan kuliahnya. "Pendidikan bagi saya adalah yang utama, sehingga meksipun ada job, tentu waktu kuliah yang harus lebih dulu diprioritaskan," pungkasnya. (inu/bah)