Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Production House Ikut Diuntungkan

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 24 Juni 2023 | 16:05 WIB
Rumah produksi atau production house (PH) sangat diuntungkan dengan kehadiran OTT
Rumah produksi atau production house (PH) sangat diuntungkan dengan kehadiran OTT

RADAR JOGJA - Rumah produksi atau production house (PH) sangat diuntungkan dengan kehadiran OTT. Sebab OTT menerapkan sistem komisi. Jadi rumah produksi tidak menanggung rugi jika series atau film yang ditayangkan tidak laku. Berbeda dengan layar lebar yang meraup keuntungan dengan menunggu penjualan tiket.

“Jika melihat kondisi pandemi kemarin, banyak rumah produksi yang akhirnya bisa bertahan karena masih ada produksi untuk OTT,” kata Produser Kebon Studio Ignatius Dimas Yulianto kepada Radar Jogja kemarin (23/6).
 
Selama ini, rumah produksi Kebon Studio berada di bawah studio atau screenplay lain. Jadi Kebon Studio sebagai production service. “Walaupun pihak OTT sudah mengkandidatkan sutradara, pihak yang produksi dari Kebon Studio,” jelasnya.
 
Menurutnya, proses pengiriman karya dari rumah produksi ke layanan OTT lebih mudah dibanding ke televisi atau layar lebar. Karena kebutuhan OTT sendiri juga banyak. “Lalu prosesnya lebih mudah juga, apalagi kalau sutradara dan PH-nya sudah punya nama,” tambahnya.
 


Selama ini, pihaknya masih bekerja sama dengan OTT lokal. Namun jika dengan OTT luar negeri, proses kreatifnya lebih panjang lagi. Mulai dari proses development, naskah, hingga mendapat keputusan bisa diproduksi atau tidak. Secara kreatif, proses ke OTT hampir sama saja dengan layar lebar. “Cuma lebih panjang saja prosesnya karena OTT rata-rata series,” ungkap Dimas.

Sementara untuk masalah royalti, Dimas menyebut tidak ada perbedaan antara OTT dengan platform lain. Soal royalti tergantung kepada kesepakatan di awal. Penerapan royalti biasanya diberlakukan untuk Intellectual Property (IP) cerita saja.
 
Layanan streaming OTT membuat sejumlah rumah produksi memilih menayangkan film secara perdana pada layanan OTT. Selain itu, juga dapat dijadikan potensi untuk memperluas pemasaran film di luar bioskop. 
 
Diharapkan, film-film yang didistribusikan melalui layanan OTT ini mampu menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki gedung bioskop dan memudahkan konsumen memperoleh lebih banyak pilihan tontonan. “Dengan banyaknya OTT, maka peluang rumah produksi semakin lebar karena semakin banyak memproduksi series,” ujar Dimas. (tyo/eno)

Editor : Satria Pradika
#Production House #OTT