Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Majelis Dewan Guru Besar Ingatkan Lingkungan Kampus Netral dari Perpolitikan Pemilu 2024

Dwi Agus. • Sabtu, 17 Juni 2023 | 02:23 WIB

TOKOH : Para Guru Besar lintas Universitas saat hadir di Seminar Nasional Pancasila dalam Pengamalan Keilmuan dan Praktik Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Balai Senat UGM Jogjakarta, Jumat (16/6).
TOKOH : Para Guru Besar lintas Universitas saat hadir di Seminar Nasional Pancasila dalam Pengamalan Keilmuan dan Praktik Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Balai Senat UGM Jogjakarta, Jumat (16/6).

RADAR JOGJA - Ketua Majelis Dewan Guru Besar Harkristuti Harkrisnowo mengingatkan agar civitas kampus bersikap netral saat Pemilu 2024. Dalam artian tak melakukan kampanye di lingkungan kampus. Terlebih dengan tujuan mendukung salah satu calon legislatif maupun eksekutif.

Pernyataan ini diungkapkan dalam Seminar Nasional Pancasila dalam Pengamalan Keilmuan dan Praktik Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Balai Senat UGM Jogjakarta, Jumat (16/6). Lebih khusus karena kegiatan ini dihadiri para guru besar dari beragam Universitas di Indonesia.

“Berharap semua teman-teman terutama guru besar bisa memberikan teladan dan memberikan arahan kepada generasi muda kami akademisi netral,” jelasnya ditemui di Balai Senat UGM Jogjakarta, Jumat (16/6).

Baca Juga: Diskriminasi ODHIV Masih Terus Terjadi, Virus HIV Tak Menular lewat Air Liur dan Sharing Alat Makan

Guru Besar Universitas Indonesia ini menyadari bahwa setiap individu memiliki hak politik. Namun sudah sepatutnya bijak dalam bersikap. Terutama para tenaga pendidik hingga Guru Besar sebuah universitas.

Potensi kampanye terselubung di kampus, menurutnya, bisa saja terjadi. Dibungkus dalam format kegiatan yang terkesan akademik. Sehingga perlu langkah-langkah serius agar tak ada aksi ini di lingkungan kampus.

“Ya memang ada beberapa afiliasi tapi harapkan kampus netral dan tidak terkait kepolitikan dengan harapan bisa memberikan contoh kepada mahasiswa, generasi muda dan teman-teman yang lain,” katanya.

Baca Juga: Terindikasi Pekerja Migran Non Prosedural, Imigrasi Jogjakarta Tunda Keberangkatan 93 WNI

Disatu sisi dia justru mendukung edukasi tentang pemilu 2024. Khususnya tentang perpolitikan dalam konteks umum. Sehingga para mahasiswa yang terdiri dari generasi muda dapat memahami sistem dan peta perpolitikan di Indonesia.

“Tahun politik dan kami berharap akademisi dari kampus mendorong adanya satu Pemilu yang jurdil dan kita juga berharap kenetralan harusnya dapat dilakukan di seluruh Indonesia,” ujarnya (dwi)

Editor : Dwi Agus.
#guru besar #kampanye #tahun politik #pemilu 2024