Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perluas Kerjasama Internasional, Dosen FISIP UAJY Ikuti Lecturer Exchange ke Filipina

Dwi Agus. • Kamis, 15 Juni 2023 | 22:40 WIB
SOSOK : Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) Brahma Putra Pratama.
SOSOK : Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) Brahma Putra Pratama.

RADAR JOGJA - Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) Brahma Putra Pratama terpilih mengikuti program Lecturer Exchange ke De La Salle University Dasmarinas pada 21-28 Mei 2023. Program Lecturer Exchange ini merupakan wujud dari kerja sama yang dilakukan oleh FISIP UAJY dengan De La Salle University Dasmarinas.

Pertukaran dosen ini tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga sebagai sarana membawa misi untuk saling mengenalkan dan mempelajari budaya masing-masing negara maupun juga budaya kampus.

“Program ini juga ditujukan dalam rangka internasionalisasi program departemen. Untuk mendukung internasionalisasi ini maka dibutuhkan kerja sama dengan kampus luar negeri. Sehingga sebenarnya pertukaran dosen akan sangat membantu dalam membentuk profile kinerja dari ICP,” terang Brahma.

Melalui international program, tidak hanya mahasiswa saja yang melakukan exchange, tetapi dosen juga sehingga mahasiswa ICP FISIP UAJY juga merasakan diajar oleh dosen luar negeri. 

“Sebenarnya selama pandemi sudah terwujud juga. Jadi, setahun yang lalu itu kami ada pertukaran dengan Saint Louis University (SLU) tetapi karena masih pandemi dan border belum dibuka, maka kami adakan secara online. Sejak tahun lalu saya sebenarnya sudah mengikuti lecturer exchange dengan SLU. Semester berikutnya saya exchange lagi dengan SLU tapi masih online. Kemudian ketika bordernya sudah mulai bebas, pejabat struktural mulai mengunjungi beberapa kampus termasuk SLU, De La Salle, dan seterusnya untuk membangun kembali kerja sama itu. Kemudian langsung diwujudkan pertukaran dosen ini dengan De La Salle,” kata Brahma.

Brahma memaparkan kegiatannya selama di Filipina dimulai dengan budaya. Ia berkesempatan mengikuti tour keliling Manila untuk mempelajari budaya orang Filipina atau yang disebut oleh warga lokal sebagai Filipinos culture. Tidak hanya budaya, Ia juga mempelajari sejarah serta semangat-semangat patriotiknya.

“Saya diajak dan disambut dengan hangat oleh para dosen-dosen disana. Berkeliling-keliling Manila belajar banyak mengenai budaya. Kemudian hari kedua itu saya ada diskusi dengan para dosen-dosen departemen di Filipina sana. Diskusi untuk kolaborasi selanjutnya, karena ini juga terkait dengan keberlangsungan kerja sama,” imbuh Brahma.

Brahma menambahkan, kerja sama tersebut berkaitan dengan kegiatan apa saja kedepannya. Salah seperti lecturer exchange selanjutnya, student exchange, kemudian collaborative research bersama. Kerja sama tersebut tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga dengan mahasiswa. 

“Setelah berdiskusi, saya mengikuti workshop. Kemarin UAJY men-soft launching-kan metaverse, maka kemudian, saya sebagai perwakilan Tim Inovasi Pembelajaran memperkenalkan inovasi pembelajaran yang ada di UAJY. Menurut saya, ini mungkin universitas pertama kali yang saya beritahu; universitas luar negeri yang mungkin tahu bahwa Atma Jaya itu punya metaverse. Ini menjadi satu inovasi yang mungkin ke depannya bisa sebagai daya tarik untuk minat para mahasiswa baru,” cerita Brahma.

Brahma juga berkesempatan untuk bergabung di kelas Philippine Popular Culture. Hal ini berkaitan dengan misi yang juga belajar budaya. Ia juga mengikuti campus tour dengan berkeliling kampus sambil mendengar cerita sejarah kampus tersebut. 

Target kedepannya yang akan dilaksanakan oleh Departemen Ilmu Komunikasi yang juga didiskusikan oleh Prof Sol (Maam Isolde) terkait collaborative research. 

“Yang paling dekat kami lakukan bersama adalah tentang riset bersama antara 2 kampus. Dari situ diharapkan kami punya publikasi yang standar internasional karena melibatkan 2 kampus yang beda negara. Sedangkan, selanjutnya juga akan ada program pertukaran mahasiswa yaitu dari International Communication Program (ICP) mengirimkan 1 mahasiswa yang akan kuliah selama 1 semester. Semester depan dari bulan Agustus-Desember. Yang pasti, saat ini yang sudah berproses adalah collaborative research dan student exchange,” imbuh Brahma.

Brahma juga menerangkan bahwa departemen akan membuat program ini secara rutin. Pertama, untuk membuat kualitas mahasiswa merasakan pengajaran dosen secara internasional. Kedua, untuk meningkatkan kapasitas dosen. Melalui program ini, dosen menjadi punya wawasan terkait kualitas luar negeri, saling belajar bertukar metode. 

Melalui program ini, diharapkan profile ICP punya track record yang lebih meyakinkan dalam artian dilihat sebagai prodi yang benar-benar internasional berkat adanya dosen luar negeri yang kemari serta pertukaran mahasiswa luar negeri. Hal ini juga dipastikan akan memenuhi standar internasionalisasi dan kemudian berharapnya pasti lebih menarik calon mahasiswa baru untuk bergabung di ICP. (Dwi)

Editor : Dwi Agus.
#FISIP UAJY #pertukaran dosen #program pendidikan