Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Produsen Teh Fermentasi Kombucha Booming sejak Pandemi

Fahmi Fahriza • Selasa, 13 Juni 2023 | 22:00 WIB

RUMAHAN: Produksi Bons Fabriek, produk teh fermentasi kombucha di kawasan Pakuncen, Wirobrajan, Jogjakarta.
RUMAHAN: Produksi Bons Fabriek, produk teh fermentasi kombucha di kawasan Pakuncen, Wirobrajan, Jogjakarta.
RADAR JOGJA - Kombucha atau minuman fermentasi yang berbahan baku utama teh kini mulai marak diminati. Terlebih sejak adanya pandemi Covid-19. Seperti yang dirasakan oleh produsen Kombucha di Jogjakarta adalah Bons Fabriek di kawasan Pakuncen, Wirobrajan, Jogjakarta.


Owner Bons Fabriek Bonang Setoaji mengungkapkan, Bons Fabriek dijalankan sejak Januari 2020. Tak lama setelahnya, pandemi datang. Namun kondisi ini justru berdampak positif bagi usahanya. Sebab kombucha disinyalir memiliki ragam manfaat bagi kesehatan untuk meningkatkan imunitas saat Pandemi. "Kombucha cukup hype saat pandemi untuk menjaga kesehatan, banyak yang butuh karena kaya antioksidan dan probiotik," jelas Bonang pada Radar Jogja Senin(12/6/2023).


Nama Bons Fabriek sendiri diambil dari nama sang pemilik yakni Bonang Setoaji yang disadur menjadi Bons. Sementara Fabriek merupakan bahasa Belanda yang memiliki arti pabrik.


Bons Fabriek milik bonang saat ini dijalankan oleh lima orang termasuk dirinya sebagai tim produksi. Produksinya pun masih dilakukan di di tempat tinggalnya.
"Produksinya masih kecil, di rumah ini saja, tapi kami serius produksinya dan sudah legal juga,"lontar laki-laki yang sebelumnya bekerja di IT Departemen tersebut.
Saat ini Bons Fabriek telah memilki legalitas usaha mulai dari HAKI, merek, hingga sertifikasi halal, dan telah terintegrasi BPOM.


Selain dijual secara online dan offline di rumah produksi, Bonang menjual produknya dengan cara menitipkan di ragam gerai F&B dan bazzar. Untuk harga, dipatok 25 ribu per kaleng dengan ukuran 240 ml. Total ada sembilan varian rasa yang ditawarkan. "Untuk rasa kami coba selalu improve, basisnya experiment dan data riset yang tim kami baca," lontarnya.


Sementara, terkait bahan baku yang digunakan dalam membuat Kombucha, umumnya Bonang menggunakan teh, daun mint, bunga telang, air dan kultur mikroba dalam bentuk Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeast (SCOBY). "Bahan baku kami semuanya lokal, karena dari harga dan kualitas pun sama-sama bisa diandalkan," ungkapnya.


Untuk saat ini, diakui Bonang Bons Fabriek belum berencana untuk membuka store. Justru ingin lebih memaksimalkan potensi media sosial sebagai wadah penjualan dan promosi. (cr1/eno/sat)

Editor : Satria Pradika
#Teh Fermentasi #Pandemi Covid-19 #Kombucha #Jogja #BPOM